MATANEWSTV com | Nias Selatan – Komunitas pendidikan di Nias Selatan diguncang oleh berita meninggalnya Yaredi NDRURU, seorang pelajar SMKN Siduaori. Kepergian tragis Yaredi pada Senin, 15 April 2024, telah menimbulkan kecurigaan di kalangan keluarga dan orang tua almarhum.
Keluarga, dengan keyakinan penuh pada proses hukum, telah sepakat untuk menyerahkan jenazah Yaredi untuk dilakukan otopsi oleh kedokteran forensik. Mereka percaya bahwa ini adalah langkah yang diperlukan untuk mengungkap kebenaran di balik meninggalnya Yaredi. Meninggalnya Yaredi, yang terjadi di Rumah Sakit Thomsen Gunungsitoli, menciptakan praduga bahwa ada kemungkinan adanya tindakan yang menyebabkan kepergiannya secara prematur.
Dalam laporan yang dibuat oleh keluarga, disebutkan bahwa kepergian Yaredi terjadi setelah kejadian pada 23 Maret 2024 di salah satu gedung ruangan kelas SMK. Kepala Sekolah SZ dilaporkan telah melakukan tindakan terhadap Yaredi dan siswa lainnya, yang diduga menjadi pemicu sakit yang dialami Yaredi sebelum meninggal.
Polres Nias Selatan telah menerima laporan dari keluarga pada 11 April 2024 dan telah melakukan langkah-langkah penyelidikan. Dengan penuh profesionalisme, penyidik dari Polres Nias Selatan, Bripda Ganda Manullang dan Bripda Rahmat Bulolo, telah mengunjungi RSUD dr. THOMSEN untuk mendapatkan keterangan, namun sayangnya Yaredi tidak dapat memberikan keterangan karena kondisinya yang kritis.
Dalam upaya untuk mencari kebenaran, keluarga Yaredi bersama Polres Nias Selatan sepakat untuk melakukan otopsi, dengan harapan bahwa hasilnya akan membawa keadilan bagi Yaredi dan keluarganya. Pihak keluarga juga menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang dilakukan oleh Polres Nias Selatan, sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Tragedi meninggalnya Yaredi NDRURU telah menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat, namun dengan harapan bahwa keadilan akan ditegakkan, keluarga dan Polres Nias Selatan berkomitmen untuk menemukan kebenaran di balik kepergian yang tragis ini.
[Nain]

















