IMG-20260629-WA0278

Dua Pemuda Asal Labura Tewas Tertabrak KA Putri Deli di Perlintasan Tanpa Palang di Sergai

MATANEWSTV.com || SERDANG BEDAGAI – Kecelakaan tragis kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pengaman di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Dua pemuda asal Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tewas seketika setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tertabrak Kereta Api (KA) Putri Deli yang melintas dari arah Medan menuju Tanjung Balai, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa nahas itu terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang yang berada di Dusun I, Desa Pematang Sinonam, Kecamatan Perbaungan.

Korban diketahui bernama Romaito Rambe (30) selaku pengendara dan Torkis Rambe (27) yang dibonceng. Keduanya merupakan warga Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Revo BK 4869 VBS yang dikendarai Romaito bersama Torkis keluar dari areal pekarangan rumah warga menuju Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Saat melintasi rel kereta api, pengendara diduga tidak memperhatikan kedatangan KA Putri Deli U98 yang sedang melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi-Tanjung Balai. Kereta api yang ditarik lokomotif CC 2018904 dengan masinis Deski Wirya Asta dan asisten masinis Dafit Kristanto Rajagukguk itu kemudian menghantam bagian samping kiri sepeda motor korban.

Benturan keras tak terelakkan. Sepeda motor terseret dan kedua korban terpental beberapa meter dari titik tabrakan. Keduanya meninggal dunia di lokasi akibat luka berat yang diderita.

Sementara itu, rangkaian KA Putri Deli tetap melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Balai setelah kejadian.

Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, SH, MH, membenarkan insiden tersebut.

Pengendara diduga kurang memperhatikan kedatangan kereta api yang melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi/Tanjung Balai. Bagian depan kereta api mengenai bagian samping kiri sepeda motor korban. Benturan keras tersebut menyebabkan kedua korban terpental dan meninggal dunia di lokasi,ujarnya.

Mendapat laporan kecelakaan, personel Satlantas Polres Sergai segera turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengevakuasi jenazah kedua korban ke RS Melati Perbaungan guna kepentingan visum et repertum.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Revo BK 4869 VBS yang mengalami kerusakan parah, STNK kendaraan, serta helm milik korban. Seluruh barang bukti kini diamankan di Pos Lantas Sei Sijenggi Polres Sergai.

AKP Bringin Jaya menambahkan, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Sergai. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melengkapi proses penyelidikan.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden maut di perlintasan kereta api tanpa palang pengaman di Sumatera Utara. Aparat mengimbau masyarakat agar selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan jalur rel benar-benar aman sebelum melintas guna menghindari kecelakaan serupa.

Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan melintas jika belum yakin kondisi rel aman dari kereta yang akan lewat,tegas AKP Bringin Jaya.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat penting akan perlunya peningkatan kesadaran pengguna jalan serta penguatan sistem keselamatan di perlintasan sebidang yang belum dilengkapi fasilitas pengamanan memadai. (Nain)

IMG-20260810-WA0074 IMG-20260810-WA0076
Baca juga   Polsek Labuhan Ruku Lakukan Sholat Subuh Keliling dan Edukasi Antisipasi Kejahatan di Desa Indrayaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *