Medan Belawan | MATANEWSTV.com — Kepedulian kembali ditunjukkan PT Prima Multi Terminal (PMT), anak perusahaan Pelindo Group, terhadap para penyintas banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah bencana besar yang menelan banyak korban, PMT bergerak cepat menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi para karyawan terdampak maupun masyarakat umum di wilayah yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan logistik.
Bantuan tersebut dikirim melalui koordinasi dengan warga di sekitar lokasi bencana, terutama daerah yang akses jalannya terputus. Langkah ini dilakukan agar seluruh bantuan dapat sampai tepat sasaran di tengah kondisi darurat yang masih berlangsung.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pelindo, Dwi Fathan Lilyana, meninjau langsung kondisi karyawan PMT di Belawan pada Jumat (5/12). Ia menegaskan pentingnya kehadiran perusahaan di saat krisis melanda.
“Dalam kondisi sulit ini, perusahaan harus hadir untuk meringankan penderitaan. Selama ini bapak dan ibu yang membuat perusahaan bisa berjalan,” ujar Lilyana, Kamis (11/12).
Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam menemukan solusi jangka pendek maupun rencana pemulihan jangka panjang.
Dalam peninjauan itu, Lilyana bersama jajaran manajemen Regional 1 Pelindo juga mengunjungi rumah para karyawan yang masih terendam banjir. Sejumlah rumah tampak rusak parah akibat derasnya arus air.
Tidak hanya untuk karyawan, PMT juga menyalurkan bantuan ke Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang — salah satu wilayah paling terdampak, di mana banyak warga masih bertahan di pengungsian setelah rumah mereka roboh diterjang banjir dan longsor.
Direktur Utama PMT, Rudi Susanto, menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat dukungan kemanusiaan bagi para korban.
“Kami berkomitmen meringankan beban masyarakat terdampak bencana. PMT terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan agar bantuan tersalurkan dengan cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai kebutuhan dasar telah dikirim, mulai dari paket sembako, makanan siap saji, hingga air minum. Nilai bantuan tersebut dipastikan akan bertambah seiring distribusi yang masih terus berlangsung. Seluruh penyaluran dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Rudi berharap bantuan tersebut dapat menjadi dukungan awal bagi para penyintas yang sedang memasuki masa pemulihan, terutama mereka yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan dampak bencana di ketiga provinsi tersebut sangat besar. Hingga Kamis, tercatat 969 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya masih hilang.
Di Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 338 jiwa dan 138 orang belum ditemukan. Di Sumatera Barat, 238 orang meninggal dan 93 hilang. Sedangkan di Aceh, korban meninggal mencapai 391 jiwa dan 31 orang masih hilang.
Dengan kondisi yang masih penuh tantangan, kontribusi lembaga dan perusahaan seperti PMT diharapkan dapat mempercepat proses penanganan darurat sekaligus menjadi penguat bagi masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
(FS)
















