Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

Kejatisu Geledah BPN, Bongkar Dugaan Korupsi Rp1,17 Triliun Proyek Tol Medan–Binjai

Penggeledahan BPN Sumut dan Medan terkait dugaan korupsi proyek tol Rp1,17 triliun

MATANEWSTV.com  | Medan — Penyidikan dugaan korupsi proyek strategis nasional kembali mencuat. Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bergerak cepat mengusut proyek pembangunan Jalan Tol Medan–Binjai dengan nilai fantastis mencapai Rp1,17 triliun.

Langkah tegas ditunjukkan dengan penggeledahan sejumlah lokasi penting pada Kamis (9/4/2026), termasuk Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara di Jalan Brigjen Katamso, serta Kantor BPN Kota Medan di Jalan STM, Kelurahan Sitirejo.

Penggeledahan dimulai sejak pukul 09.30 WIB dan berlangsung intensif. Penyidik menyisir berbagai ruangan untuk mengamankan dokumen dan alat bukti yang diduga berkaitan dengan penyimpangan anggaran proyek tol yang dibangun sepanjang 25,441 kilometer tersebut.

Proyek yang mencakup Seksi I, II, dan III dengan tahun anggaran 2016 itu kini berada dalam sorotan tajam aparat penegak hukum. Nilai proyek yang mencapai Rp1.170.440.000.000 menjadi indikasi kuat bahwa kasus ini bukan perkara kecil, melainkan dugaan korupsi skala besar.

Sumber di internal penegak hukum menyebut, penggeledahan dilakukan berdasarkan izin resmi dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis penyidik untuk mengurai potensi praktik korupsi yang diduga terjadi dalam proses pengadaan hingga pelaksanaan proyek.

“Kegiatan penggeledahan masih berlangsung. Tim terus mengumpulkan dan melengkapi alat bukti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar sumber tersebut.

Kasus ini diprediksi akan menyeret banyak pihak, mengingat proyek tol Medan–Binjai merupakan salah satu infrastruktur vital di Sumatera Utara. Penyidik membuka kemungkinan adanya indikasi penyimpangan dalam proses pembebasan lahan maupun pelaksanaan konstruksi.

Publik kini menanti langkah lanjutan Kejatisu, termasuk potensi penetapan tersangka dalam waktu dekat. Jika terbukti, kasus ini akan menambah daftar panjang dugaan korupsi proyek infrastruktur bernilai jumbo di Indonesia.  (A.Yd/Tim)

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000
Baca juga   Diduga Tidak Transparan, PT Elnusa Petrofin Terlibat Pemotongan Uang Ritase Sopir Tangki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *