Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000IMG-20260521-WA0048

Humas Polri Jadi Garda Penjaga Kebenaran di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

Wakapolri tekankan peran strategis Divisi Humas Polri sebagai sumber informasi terpercaya untuk menangkal hoaks dan menjaga stabilitas informasi publik di era digital.

MATANEWSTV.com  |  Jakarta Selatan – Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga akurasi informasi publik di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dipenuhi hoaks dan disinformasi.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun Anggaran 2026 di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

Dalam arahannya, Wakapolri menekankan bahwa tantangan Divisi Humas Polri saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan tingginya intensitas penyebaran berita yang belum terverifikasi di ruang digital.

“Di tengah derasnya arus informasi, Humas Polri hadir bukan hanya untuk menyampaikan kabar, tetapi memastikan yang sampai ke masyarakat adalah kebenaran,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kecepatan penyebaran informasi di era media sosial saat ini sering kali melampaui proses verifikasi, sehingga berpotensi memunculkan keresahan di tengah masyarakat apabila tidak diimbangi dengan penyampaian informasi yang cepat, tepat, dan kredibel dari sumber resmi.

Ia menegaskan, keberadaan Humas Polri memiliki peran vital dalam mencegah masyarakat terpapar informasi menyesatkan yang dapat memicu kepanikan hingga konflik sosial.

“Informasi yang salah bisa menimbulkan keresahan, tetapi informasi yang benar mampu menjaga ketenangan. Di situlah peran Humas menjadi sangat penting,” tegasnya.

Lebih lanjut, Komjen Dedi mengungkapkan bahwa Divisi Humas Polri kini telah mengembangkan sistem komunikasi modern berbasis teknologi melalui pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi, menganalisis, sekaligus merespons berbagai isu strategis secara cepat dan akurat, termasuk dalam mengantisipasi potensi penyebaran disinformasi sebelum meluas di tengah masyarakat.

Menurut Wakapolri, perang informasi di era digital telah menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi secara serius oleh institusi Polri. Dalam konteks itu, Humas disebut memegang peranan sentral dalam menjaga stabilitas informasi publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Humas Polri bukan sekadar fungsi komunikasi institusi, tetapi menjadi bagian dari upaya negara dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif informasi yang tidak benar,” katanya.

Menutup arahannya, Wakapolri meminta seluruh jajaran Humas Polri di berbagai tingkatan untuk terus meningkatkan profesionalisme, kecepatan, ketepatan, dan kredibilitas dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Humas Polri harus menjadi sumber informasi yang terpercaya, yang mampu meluruskan informasi dan menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkas Komjen Dedi.

(Ali Doar Nasution S.PD)

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Polres Langkat Perketat Pengamanan Pasca Pilkada Serentak 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *