MEDAN | | MATANEWSTV.Com
Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Farid Abdul Rahman, menerima kunjungan Ketua DPD KSPSI AGN Sumatera Utara, Tengku Muhammad Yusuf, beserta jajaran pengurusnya di kantor BBPVP Medan, Jalan Amal No. 9, Lalang, Medan.
Kunjungan ini bertujuan mempererat sinergi antara BBPVP Medan dengan serikat pekerja guna meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan buruh di Sumatera Utara.
Dalam pertemuan tersebut, T.M Yusuf menyampaikan pentingnya pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi para buruh agar lebih produktif serta memiliki daya saing tinggi.
Ia juga menyoroti kasus PHK sepihak terhadap Teguh, anggota KSPSI AGN Sumut, yang dilakukan oleh perusahaan outsourcing PT BWG pada 2023.
Yusuf mendesak BBPVP Medan untuk mem-blacklist perusahaan tersebut guna memberikan efek jera bagi perusahaan yang tidak menghormati hak-hak pekerja.
“Kami berharap BBPVP Medan bisa lebih kooperatif dan komunikatif dengan serikat pekerja serta stakeholder lainnya. Jangan ada lagi buruh yang diperlakukan sewenang-wenang tanpa kepastian hukum,” tegas TM Yusuf, kepada awak media pada Jumat (07/02/2025).
Kepala BBPVP Medan : Kami Siap Berkolaborasi
Menanggapi hal ini, Farid Abdul Rahman menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi dengan semua pihak, termasuk serikat pekerja.
Ia menekankan bahwa perubahan pola pikir dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin dinamis.
“Saya baru bertugas di BBPVP Medan sejak Oktober lalu. Saat ini, kami sedang giat melakukan sinergi dan kolaborasi agar BBPVP Medan dapat benar-benar menjadi pusat pelatihan vokasi yang siap menghadapi perubahan kebutuhan pasar kerja,” ujar Farid.
Farid juga memastikan bahwa BBPVP Medan akan lebih selektif dalam bekerja sama dengan perusahaan, terutama dalam menanggapi kasus seperti yang dialami oleh Teguh.
PT BWG telah didiskualifikasi dari daftar mitra BBPVP Medan karena terbukti melakukan pelanggaran terhadap hak pekerja.
Mendorong Up-skilling dan Pengentasan Kemiskinan
Dalam diskusi tersebut, Sekretaris KSPSI AGN Sumut, Zul, juga menyoroti pentingnya program pelatihan yang tepat sasaran, terutama bagi pekerja di sektor informal. Ia berharap BBPVP Medan dapat menjadi contoh dalam peningkatan kesejahteraan pekerja, sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Ketenagakerjaan serta pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa buruh mendapatkan kepastian kerja, bukan sekadar janji-janji kosong. BBPVP Medan harus menjadi pusat yang benar-benar berorientasi pada kepentingan pekerja,” tegas Zul.
T.M Yusuf menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui BP Taskin (Badan Pengelola Tenaga Kerja dan Pengentasan Kemiskinan).
Menurutnya, berbagai daerah di Sumatera Utara seperti :
- Langkat (Kampung Nelayan),
- Binjai (Kampung Tahu), dan
- Simalungun (Kampung Serai Wangi)
sangat membutuhkan pelatihan keterampilan agar masyarakatnya lebih mandiri secara ekonomi.
“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi? Kami di KSPSI AGN akan terus mengawal kebijakan ketenagakerjaan agar pekerja di Sumatera Utara mendapatkan hak dan kesejahteraan yang layak,” pungkas T.M Yusuf.
Dengan komitmen bersama ini, diharapkan BBPVP Medan dapat menjadi garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja yang terampil, kompetitif, serta berdaya saing tinggi, sekaligus melindungi hak-hak pekerja dari praktik ketidakadilan di dunia kerja.
AYD^

















