IMG-20260629-WA0278

Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia, Lanal Tanjung Balai Karimun Amankan 5 Pelaku

MATANEWSTV.com || KARIMUN – TNI Angkatan Laut melalui Tim Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun bersama Tim Satgas Operasi Cakra-26 K Sat Intelmar Pusintelal berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal seberat sekitar 1,9 ton yang diduga akan dikirim ke Malaysia.

Operasi yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) dini hari itu dilakukan di kawasan Dermaga Tikus, wilayah Pongkar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan penyelundupan pasir timah.

Informasi tersebut segera ditindaklanjuti melalui rantai komando hingga Tim Quick Response Lanal Tanjung Balai Karimun bersama personel Satgas Operasi Cakra-26 K Sat Intelmar Pusintelal diterjunkan untuk melakukan pengintaian dan penyekatan di sekitar Perairan Pelambung.

Sekitar pukul 01.25 WIB, petugas mendeteksi sebuah speedboat fiber bermesin ganda 200 PK yang bergerak menuju lokasi sasaran. Tim kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan kapal tersebut untuk pemeriksaan.

Dari hasil penyelidikan awal, speedboat itu diketahui akan memuat pasir timah di Dermaga Tikus sebelum diberangkatkan menuju Malaysia.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu unit speedboat fiber bermesin ganda 200 PK, seorang tersangka, seorang nahkoda, tiga anak buah kapal (ABK), serta 50 karung pasir timah dengan total berat sekitar 1,9 ton.

Seluruh pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Markas Komando (Mako) Lanal Tanjung Balai Karimun guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pasir timah, aparat turut menyita sejumlah barang bukti lain berupa telepon genggam, dokumen identitas, kartu ATM, tas, dompet, kacamata, dan perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyelundupan tersebut.

Baca juga   Polres Batu Bara Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi Geng Motor, Tawuran, dan Balap Liar

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, pasir timah itu diduga akan dipasarkan ke Malaysia dengan harga sekitar Rp800 ribu per kilogram. Dengan estimasi muatan mencapai 1,9 ton, potensi kerugian negara akibat upaya penyelundupan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,52 miliar.

Untuk memastikan kandungan dan kadar mineralnya, sampel pasir timah telah dikirim untuk menjalani uji laboratorium di Perwakilan PT Timah Kundur.

Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam memperketat pengawasan wilayah perairan Indonesia sekaligus mencegah penyelundupan sumber daya alam strategis ke luar negeri.

Operasi tersebut juga sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam pemberantasan penyelundupan, pengamanan kekayaan alam nasional, serta penguatan keamanan maritim melalui peningkatan sinergi antarinstansi dan pengawasan di wilayah yurisdiksi Indonesia.

🔹🔹Yandrie

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *