SUMUT 🔷 matanewstv.com
Labusel | MATANEWSTV.com — Kepedulian terhadap pendidikan kembali ditunjukkan Polres Labuhanbatu Selatan dengan mendampingi seorang siswi berinisial IM (14) melanjutkan sekolahnya di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Ar Rasyid, Desa Pinang Awan, Kecamatan Torgamba, setelah sebelumnya sempat terhenti akibat masalah biaya.
IM, yang sebelumnya bersekolah di MTs Darul Muhsinin, Desa Hajoran, Kecamatan Sungai Kanan, terpaksa putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran perpisahan sebesar Rp350 ribu.
Kisahnya kemudian menjadi viral dan menuai simpati publik dari berbagai penjuru tanah air.
Respon cepat pun datang dari berbagai pihak, termasuk Polres Labuhanbatu Selatan.
Dalam momen penuh haru, IM akhirnya diantar langsung ke Ponpes Ar Rasyid oleh jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait.
Wakapolres Labuhanbatu Selatan, KOMPOL Ramsen Samosir, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres AKBP Aditya S.P. Sembiring Muham, S.I.K., turut hadir mendampingi IM bersama rombongan Forkopimda.
Hadir pula Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang, S.H., Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro, S.H., Dandim 0209/LB LETKOL Inf Yudi Ardian Saputro, S.I.P., Ketua DPRD Ari Winata, Kakan Kemenag H. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag., Kapolsek Torgamba AKP Syamsul Adhar, S.H., M.H., Ketua KPAD Ilham Daulay, S.Hi., serta sejumlah tokoh dan pejabat lainnya.
Pihak Ponpes Ar Rasyid menyambut kedatangan IM dengan tangan terbuka dan siap menerima serta membimbingnya sebagai santriwati baru.
Dalam sambutannya, Wakapolres Ramsen Samosir menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam menjamin hak pendidikan bagi setiap anak, tanpa terkecuali.
“Kami hadir bukan sekadar merespon isu viral, tapi ini adalah panggilan hati. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak yang tidak boleh direnggut oleh alasan ekonomi,” tegasnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk lebih peka terhadap kondisi anak-anak di sekitar, khususnya yang rentan secara sosial dan ekonomi.
“Langkah kecil ini semoga menjadi awal dari perubahan besar bagi masa depan IM dan anak-anak lainnya. Mari kita jaga agar tak ada lagi masa depan anak yang terhenti hanya karena tak mampu membayar biaya sekolah,” tuturnya.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun harapan baru bagi generasi muda.
(Ali Doar Nasution SPd))
















