MATANEWSTV.com
Medan, Sumatera Utara — Seorang pria berinisial HW (41), warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi korban intimidasi dan ancaman dari seorang pria berbadan tambun yang diduga sebagai preman proyek revitalisasi Lapangan Merdeka, Medan.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/12) sekira pukul 17.30 WIB.
HW, yang sehari-hari bekerja di Medan, melintas di sekitar proyek revitalisasi yang berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Medan.
Bermodalkan rasa penasaran, ia memutuskan untuk berhenti sejenak dan merekam progres pengerjaan proyek tersebut dengan kamera ponselnya, Namun, niatnya untuk mendokumentasikan situasi proyek berujung intimidasi.
Seorang pria berbadan tambun, mengenakan kemeja biru, celana hitam, dan sandal Nike merah-putih, tiba-tiba mendekatinya.
Dengan nada tinggi, pria tersebut membentak HW untuk segera mematikan rekaman.
“Matikan itu rekamanmu…!” bentak pria tambun tersebut. HW sempat menjawab dengan tenang, “Sebentar, Bang…,” namun ia kembali mendapat bentakan keras, “Gak ada itu. Matikan sekarang….!”
Tak hanya itu, pria tambun tersebut juga mengeluarkan ancaman serius yang membuat HW terkejut. “Di sini banyak tukang, dikasih uang Rp 500 ribu mau mecahkan kepala orang,” ujar pria itu.
HW, yang merasa terancam, kembali menghidupkan kamera ponselnya untuk merekam percakapan tersebut, Namun, pria tambun itu langsung menyangkal pernyataan yang baru saja dilontarkannya.
“Mana ada aku ngomong kayak gitu,” sangkal pria tambun, sembari terus memegang ponselnya.
Situasi semakin memanas ketika salah seorang pekerja proyek mencoba menghalangi HW untuk merekam.
Pria tambun itu kembali mendekati HW dan mengusirnya dengan cara kasar. “Didorong-dorongnya aku supaya pergi dari proyek itu. Berarti ada apa-apanya proyek itu. Masa cuma mau videokan pengerjaan proyek saja kok dilarang,” Ujar HW, saat ditemui awak media pada Jumat (6/12/2024).
HW menduga adanya kejanggalan dalam pengerjaan proyek tersebut, mengingat sikap preman dan pekerja proyek yang terkesan defensif. “Ada yang nggak betul itu kayaknya,” tambahnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan warga Medan. Banyak yang mempertanyakan keamanan proyek revitalisasi Lapangan Merdeka serta keterlibatan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek maupun aparat terkait peristiwa tersebut.
Red^
















