MATANEWSTV.com | Belawan — Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan, praktik perjudian toto gelap (togel) dilaporkan masih tetap beroperasi di sejumlah wilayah Medan Utara. Aktivitas perjudian ini bahkan disebut-sebut semakin marak dengan berbagai merek seperti Kinantan, STM, dan Bento.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, praktik togel tersebut diduga berkembang di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Deli, hingga Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Keberadaan jaringan perjudian ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai aktivitas ilegal tersebut semakin tidak terkendali dan berpotensi mengganggu ketertiban sosial di lingkungan mereka.
Sejumlah sumber menyebutkan, para bandar togel diduga menempatkan juru tulis di berbagai lokasi yang dianggap strategis, seperti warung kopi, kedai tuak, hingga rumah-rumah warga yang kerap dijadikan tempat berkumpul masyarakat.
“Walaupun sedang bulan puasa, aktivitasnya tetap berjalan. Seolah-olah tidak ada rasa takut terhadap hukum,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurut warga, praktik togel bukan hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai agama. Selain itu, perjudian dinilai dapat merusak moral masyarakat serta berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi keluarga.
Masyarakat khawatir apabila aktivitas tersebut terus dibiarkan, maka dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih luas.
Oleh karena itu, warga berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dengan melakukan penyelidikan, razia, serta penindakan terhadap bandar dan jaringan perjudian togel yang beroperasi di wilayah Medan Utara.
Mereka menilai tindakan nyata dari aparat sangat dibutuhkan agar penyakit masyarakat ini dapat diberantas dan situasi keamanan tetap terjaga.
▶️ (Tim)

















