Sibolangit | matanewstv.com
Ribuan warga dari 30 desa di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berkumpul pada Minggu malam (8/12/2024) untuk menggelar acara mengenang korban bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Acara yang berlangsung di Desa Sibolangit ini diawali dengan doa lintas agama dan diakhiri dengan prosesi menyalakan 1.000 lilin sebagai simbol penghormatan kepada para korban banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan banyak jiwa.
Bencana alam yang melanda Kecamatan Sibolangit, khususnya di Desa Martelu dan sepanjang Jalan Lintas Medan-Berastagi, telah menimbulkan kerusakan parah.
Sebanyak 16 korban jiwa tercatat dalam bencana tersebut, dengan 6 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Desa Martelu, dan 10 korban tewas serta 23 lainnya terluka dalam bencana longsor yang terjadi di Desa Sembahe pada Selasa malam, 26 November 2024.
Warga berharap agar pemerintah pusat segera memberikan perhatian khusus terhadap perbaikan infrastruktur, terutama di Jalan Lintas Medan-Berastagi yang dikenal rawan longsor.
Camat Sibolangit, Herson T. Girsang, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan pentingnya pembangunan jalur alternatif dari Sembahe menuju Sibolangit untuk menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
“Menyalakan 1.000 lilin ini sebagai bentuk doa untuk para korban, sekaligus memohon kepada pemerintah untuk segera membangun jalan alternatif guna mencegah terjadinya bencana serupa,” ujar Herson.
Di tempat yang sama, Kiki Handoko Sembiring, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, menegaskan pentingnya langkah cepat dalam menangani masalah infrastruktur jalan rawan longsor ini.
“Kami akan terus memperjuangkan perbaikan jalan ini di tingkat provinsi dan pusat, agar pemerintah segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki jalan lintas Medan-Berastagi,” kata Kiki.
Sementara itu, Merry Alfrida Br. Sitepu, anggota DPRD Deli Serdang, menyampaikan keprihatinannya terhadap musibah yang menimpa warga Sibolangit.
“Meskipun perbaikan sudah dilakukan, itu hanya bersifat sementara. Pemerintah harus mengambil langkah pencegahan agar longsor tidak kembali terjadi,” ungkap Merry.
Muhammad Dahnil Ginting, anggota DPRD Deli Serdang lainnya, menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan di kawasan Sibolangit untuk mencegah bencana alam serupa.
“Jangan menebang pohon sembarangan karena itu dapat mengakibatkan bencana alam. Kami juga berharap agar Presiden Prabowo Subianto mendengarkan keluhan masyarakat Sibolangit dan mendorong kementerian terkait untuk segera menangani jalan lintas Medan-Berastagi,” ujarnya.
Acara menyalakan lilin ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat Karo di Kecamatan Sibolangit, sebagai permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari bencana alam dan musibah serupa tidak terulang kembali.
Warga dari berbagai latar belakang agama turut hadir dan mendoakan keselamatan bagi seluruh masyarakat Sibolangit.
(Nain)
















