Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian di Deli Serdang Terendam Banjir, Warga Mulai Terserang Penyakit

Deli Serdang, matanewstv.com – Ratusan rumah di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terendam banjir hingga hampir satu meter pada Minggu (15/9/2024).

Banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi selama sepekan terakhir.

Banjir yang melanda kawasan tersebut tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memicu munculnya berbagai penyakit di kalangan penduduk. Beberapa warga yang jatuh sakit terpaksa dievakuasi menggunakan peralatan seadanya.

Di kawasan perumahan Yuki, Kecamatan Hamparan Perak, banyak warga terpaksa berjalan kaki saat beraktivitas karena khawatir kendaraan mereka rusak jika melintasi banjir. Sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah sambil menunggu air surut.

Ketinggian banjir di permukiman bervariasi, mulai dari 30 cm hingga hampir satu meter.

Nila, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa banjir mulai masuk ke rumah mereka sekitar pukul 22.00 WIB pada Sabtu malam setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Sebelumnya, banjir juga sempat menggenangi permukiman mereka lima hari yang lalu, merusak perabotan rumah tangga dan barang elektronik.

“Kemarin sudah banjir, tapi sudah surut. Tadi malam hujan deras lagi dan air naik sampai 50 cm. Kulkas, mesin cuci, dan tempat tidur terendam, rusak semua,” ujar Nila.

Selain merendam ratusan rumah dan merusak barang-barang elektronik, beberapa warga juga mulai terserang penyakit.

Pemerintah desa bersama warga setempat terpaksa mengevakuasi mereka yang sakit dengan menggunakan perahu darurat menuju klinik terdekat.

Kepala Desa Hamparan Perak, Muhammad Helmi, menyebutkan bahwa total terdapat 217 kepala keluarga atau sekitar 817 jiwa yang terdampak banjir. Menurutnya, banjir ini sudah terjadi sejak lima hari lalu akibat curah hujan yang tinggi, dan kembali meluap ke permukiman warga setelah hujan deras pada Sabtu malam.

Baca juga   Tekad Bulat Maju Pilkada, Dr Misnan Aljawi Lanjut Daftar ke PAN, Demokrat dan PKB

“Banjir sudah terjadi sejak lima hari lalu dan sempat surut. Namun, dengan curah hujan yang tinggi tadi malam, banjir kembali melanda permukiman warga,” jelas Helmi.

Helmi menambahkan, salah satu penyebab banjir adalah muara sungai kecil yang dangkal, sehingga tidak mampu menampung air hujan. Saat ini, tim dari PU SDA sedang melakukan pengorekan muara untuk mencegah banjir lebih lanjut.

Selain itu, Helmi juga mengungkapkan bahwa beberapa warga mulai mengalami penyakit seperti gatal-gatal, diare, dan demam akibat banjir ini. Pemerintah desa dan warga setempat kini bersiaga untuk melakukan evakuasi jika diperlukan.

“Meski tidak ada korban jiwa, beberapa warga sudah mulai terkena penyakit akibat banjir ini,” tuturnya.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak lahan pertanian, termasuk tanaman palawija dan padi milik warga.

(Nain)

 

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *