Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

Perjuangan Armei Tambunan Lawan Tumor Ganas Terkendala Ekonomi, Butuh Uluran Tangan

8 Bulan Berjuang Melawan Tumor Usus, Pengobatan Armei Tambunan Terhambat Biaya.

MATANEWSTV.com | Labuhanbatu Selatan – Seorang kepala keluarga, Armei Karter Tambunan (47), warga Dusun Tanjung Marulak, Desa Huta Godang, Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, tengah berjuang melawan tumor ganas usus di tengah keterbatasan ekonomi.

Armei diketahui telah mengalami gangguan kesehatan sejak 2023. Namun, sebagai pekerja serabutan dan tulang punggung keluarga, ia menunda pengobatan intensif karena khawatir tidak dapat lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya.

Kondisinya mulai memburuk pada Agustus 2025. Saat itu, Armei mengalami sakit perut berkepanjangan hingga harus dirawat di rumah sakit di Rantau Prapat. Setelah tiga hari perawatan, ia dirujuk ke Medan untuk penanganan lebih lanjut.

Di salah satu rumah sakit di Medan, Armei didiagnosis menderita tumor ganas pada usus. Ia kemudian menjalani operasi pemasangan kantong kolostomi di bagian perut kiri untuk membantu proses pembuangan.

Selanjutnya, Armei menjalani serangkaian pengobatan, termasuk kemoterapi sebanyak delapan kali dengan interval dua minggu serta radioterapi sebanyak 25 kali. Setelah itu, ia kembali menjalani operasi pengangkatan tumor.
Namun, dalam proses pemulihan, ditemukan infeksi pada bagian dalam dubur yang menyebabkan keluarnya cairan berwarna kehitaman setiap hari.

Kondisi tersebut membuat Armei harus menggunakan pembalut sekali pakai hingga satu bungkus per hari.
Saat ini, Armei masih membutuhkan enam kali kemoterapi lanjutan. Namun, proses tersebut tertunda karena luka bekas operasi di bagian perut belum sembuh dan terus mengeluarkan nanah akibat infeksi.

Selama menjalani pengobatan di Medan, Armei tinggal di rumah kos sederhana di sekitar RSUP Adam Malik bersama istri dan anak-anaknya, termasuk seorang anak berusia lima tahun dan anak lainnya yang juga dalam kondisi kurang sehat.

Baca juga   SDN 104199 Hamparan Perak Meriahkan Hari Guru Nasional 2024 dengan Beragam Lomba

Untuk perawatan luka, Armei harus menjalani pembersihan rutin setiap hari yang dibantu oleh perawat dengan biaya mandiri. Sejak Agustus 2025, ia hanya dua kali pulang ke kampung halaman karena kondisi kesehatannya yang rentan mengalami pendarahan.

Meski memiliki BPJS, kebutuhan di luar tanggungan seperti pembelian pampers, biaya makan, serta kebutuhan sehari-hari menjadi beban berat. Selama delapan bulan terakhir, biaya tersebut ditanggung secara gotong royong oleh keluarga besar.

Namun kini, kemampuan keluarga mulai terbatas. Di tengah kondisi tersebut, Armei mengaku kesulitan melanjutkan pengobatan yang masih membutuhkan waktu sekitar empat bulan ke depan.
Saat ini, Armei dan keluarga masih bertahan di Medan sambil menunggu kondisi luka membaik agar dapat melanjutkan kemoterapi.

Bagi masyarakat yang tergerak untuk membantu, dapat menghubungi nomor 0823-6473-2202 atau menyalurkan bantuan melalui rekening Bank BRI 3353-0105 5038 535 atas nama Lili Rahmayani Tambunan.

(Ali Doar Nasution SPd)

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *