Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000IMG-20260521-WA0048

Pagar Besi Tutup Akses Pasar Sukaramai, Pedagang Menjerit: Omzet Anjlok, UMKM Tercekik

matanewstv.com

MEDAN — Penutupan akses jalan oleh pagar besi setinggi dua meter di Pasar Sukaramai, Jalan AR Hakim, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, memicu keresahan dan protes dari para pedagang pasar.

Akses yang biasa digunakan masyarakat menuju area basement pasar kini tertutup, menyebabkan penurunan drastis omzet penjualan dan lumpuhnya aktivitas ekonomi UMKM di kawasan tersebut.

Pagar tersebut dipasang di area yang menjadi penghubung antara Pasar Sukaramai milik PD Pasar dengan Pasar Akik di atas lahan negara.

Diduga, pagar dibangun oleh pengelola pasar swasta tanpa koordinasi yang memadai dengan para pedagang ataupun PD Pasar.

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Basement (P4B), Kamaluddin Tanjung, menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, akses jalan yang ditutup adalah bagian penting dari jalur perniagaan yang sudah lama digunakan warga.

Ia juga menyebut bahwa pasar basement Sukaramai dibangun atas swadaya para pedagang, bukan dana pemerintah.

“Kami sangat prihatin. Bukannya dibantu, malah dipersulit. Ini akses utama yang selama ini menopang ekonomi kami. PD Pasar seharusnya berpihak, bukan menekan pedagang,” ujarnya tegas.

Senada, pedagang lainnya, Muliadi, menilai pagar besi yang membatasi jalan tersebut menghambat mobilitas pedagang dan pembeli.

Ia menegaskan bahwa keberadaan pagar merugikan pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan jalur itu untuk berdagang.

Sementara itu, Hesti Siahaan, pedagang ikan di basement Pasar Sukaramai, mengaku dagangannya kini sulit laku karena menurunnya arus pengunjung.

“Modal saya sudah habis karena tidak ada pembeli. Kami minta keadilan dari PD Pasar dan pengelola Pasar Akik. Bukalah akses kami!” serunya penuh harap.

Salah satu praktisi hukum yang juga merupakan pengurus pedagang menyayangkan konflik ini berlarut-larut.

Ia menilai penutupan akses bukan hanya merugikan pedagang, tetapi juga dapat berdampak pada menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

“Pagar itu harusnya dibuka. Kalau akses terputus, otomatis pengunjung sepi, omzet turun, dan PAD ikut anjlok. Ini bukan hanya persoalan kecil, ini soal keadilan ekonomi,” tegasnya.

Para pedagang berharap Wali Kota Medan Rico Waas, Plt Dirut PD Pasar Imam Abdul Hadi, dan seluruh stakeholder terkait segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Mereka meminta agar akses pasar kembali dibuka demi kelangsungan hidup dan roda ekonomi rakyat kecil.

“Kami hanya ingin mencari nafkah dengan tenang. Jangan bunuh UMKM dengan pagar-pagar besi seperti ini,” tutup Kamaluddin.

(Red/A.YD)

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Sedan Alami Patah As Roda, Terjun ke Parit di Jalinsum Medan-Kisaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *