SUMATERA UTARA | | MATANEWSTV.Com
Medan — Puluhan orang tua calon siswa TNI AD yang menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum bernama “Nina Wati” menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara, Selasa (11/02/2025).
Para pengunjuk rasa menuntut keadilan atas kasus yang merugikan mereka hingga puluhan miliar rupiah.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu juga diikuti oleh sejumlah mahasiswa yang turut mendukung perjuangan para orang tua korban.
Para demonstran mendesak Ketua DPRD Sumut agar keluar dan mendengar aspirasi mereka.
Bahkan, sempat terjadi insiden di mana massa menggoyang-goyangkan pintu gerbang kantor DPRD sebagai bentuk kekecewaan.
4 (Empat) Tuntutan Utama Pengunjuk Rasa
Dalam aksinya, massa yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan Lili Suheri ST dan Koordinator Aksi Faisal Kurniawan menyampaikan 4 (empat) tuntutan utama :
1. Penegakan hukum terhadap Nina Wati
Massa mendesak aparat penegak hukum, baik di Polda Sumut maupun Pomdam, untuk segera menindak Nina Wati yang diduga telah melakukan penipuan menggunakan oknum TNI AD serta fasilitas militer di Rindam dan Kodim I/BB saat proses seleksi masuk TNI AD.
2. Kebijakan bagi calon siswa korban penipuan
Orang tua korban meminta institusi TNI AD mengambil kebijakan bagi anak-anak mereka yang telah menjalani pendidikan dan pelatihan militer selama tiga bulan di Rindam I/BB.
3. Pengembalian kerugian finansial
Massa menuntut agar Nina Wati segera mengembalikan seluruh uang yang telah diterima dari korban dalam tempo sesingkat-singkatnya.
4. Rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sumut
Demonstran meminta Ketua DPRD Sumut segera menjadwalkan RDP dengan menghadirkan seluruh pihak terkait guna mencari solusi atas permasalahan ini.
Ketua DPRD Sumut Berjanji Menindaklanjuti Kasus
Aksi demonstrasi sempat memanas ketika mahasiswa mengancam akan membakar ban jika tak ada perwakilan DPRD yang menemui mereka.
Namun, situasi akhirnya mereda setelah Wakil Ketua DPRD Sumut, H. Ihwan Ritonga SE MM, keluar menemui massa dan mendengarkan tuntutan mereka.
Dalam pernyataannya, Ihwan Ritonga berjanji akan membawa permasalahan ini ke dalam pembahasan internal DPRD.
“Kami akan pelajari dan memproses laporan atas dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian materil bagi para korban. Kami juga akan menggelar RDP dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Ihwan Ritonga di hadapan demonstran.
Kerugian Capai Rp40 Miliar, Nina Wati Kembali Dilaporkan
Kasus dugaan penipuan yang menyeret nama Nina Wati semakin menguat setelah ia kembali dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.
Laporan yang dilayangkan pada 18 Mei 2024 itu diajukan oleh tujuh orang korban dengan total kerugian mencapai Rp40 miliar.
Sementara itu, Kuasa Hukum Forum Orang Tua Calon Siswa TNI AD Korban Penipuan, Dewi Latuperissa SH, meminta DPRD Sumut segera menindaklanjuti aspirasi para korban.
“Kami telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, KSAD, serta Komisi I DPR RI agar kasus ini mendapat perhatian khusus,” ungkapnya.
Dewi juga menyoroti dampak besar dari kasus ini terhadap generasi muda yang bercita-cita menjadi prajurit TNI.
“Kami berharap Presiden Prabowo dan pihak terkait memperhatikan nasib anak-anak bangsa yang ingin mengabdi pada negara namun justru menjadi korban penipuan,” tegasnya.
Massa Siap Gelar Aksi Lebih Besar Jika Tuntutan Tak Dipenuhi
Menutup aksinya, para pengunjuk rasa menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal perkembangan kasus ini.
“Jika tidak ada tindakan konkret, kami akan turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar,” ujar Rafi Siregar, perwakilan mahasiswa.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena bukan hanya menyangkut kerugian finansial, tetapi juga citra institusi TNI AD.
Para korban berharap penegakan hukum dapat berjalan transparan dan keadilan segera ditegakkan.
Ayudi^
















