Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

Kompolnas: Tawuran di Belawan Tak Bisa Selesai Hanya dengan Pendekatan Hukum

Sumatera Utara -- Medan

matanewstv.com

Medan – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Muhammad Choirul Anam, menegaskan bahwa persoalan tawuran yang kerap terjadi di Belawan, Medan, tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan hukum semata.

Dalam kunjungannya ke Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (7/5/2025), Choirul Anam menyampaikan bahwa akar masalah sosial seperti kemiskinan, peredaran narkoba, dan meningkatnya kekerasan remaja harus menjadi fokus perhatian semua pihak.

“Polisi memang berada di garis depan saat kekerasan terjadi. Namun, solusi atas persoalan sosial seperti ini harus melibatkan seluruh elemen pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan,” ujar Anam.

Ia mengatakan pihaknya akan mendorong komunikasi intensif dengan pemerintah kota dan provinsi guna mencari solusi komprehensif.

Menurutnya, langkah bersama lintas sektor sangat penting demi menyelamatkan generasi muda di Medan Utara, khususnya Belawan.

“Ini momentum penting untuk memulai gerakan bersama menyelamatkan masa depan anak-anak kita di Belawan. Ini bukan hanya soal penindakan, tapi tentang kepedulian bangsa,” tegasnya.

Anam juga mengapresiasi keterbukaan Polres Pelabuhan Belawan dalam menyikapi persoalan tawuran yang tengah menjadi sorotan.

Ia menilai sikap transparan Polres dalam menerima kunjungan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, tim Kompolnas, Irwasum hingga tim pemeriksa Mabes Polri, menunjukkan komitmen pada akuntabilitas.

Terkait keputusan penonaktifan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, Anam menjelaskan langkah itu diambil untuk menjaga objektivitas selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Langkah ini penting agar proses tidak dipengaruhi siapa pun. Ini bisa menjadi role model bagi Polda dan Polres lainnya di Indonesia,” katanya.

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan keputusan itu. Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar, Hadi Suhendra, justru menyuarakan dukungannya terhadap AKBP Oloan Siahaan.

Menurut Hadi, tindakan tegas yang diambil Oloan selama menangani aksi tawuran justru merupakan bentuk pembelaan diri yang seharusnya diapresiasi, bukan malah disanksi.

“Seperti kejadian tadi malam, di mana Kapolsek Belawan mengalami luka di kepala dan kini masih dirawat. Kalau komandannya saja ditindak saat membela diri, bagaimana polisi di lapangan bisa bertindak tegas?” ujar Hadi.

Ia berharap Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara bisa bersikap profesional dan objektif menyikapi situasi ini.

Kami butuh sosok seperti Oloan di Belawan,pungkasnya.

(Nain)

 

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000
Baca juga   Meja Judi Tembak Ikan Disebut-sebut Punya Akuang Marak di Kota Bangun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *