Majalengka | matanewstv.com
Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan dipelihara. Hal ini penting karena berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan bangsa, termasuk ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.
Menjaga keutuhan tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia dengan cara saling menghormati, menghindari diskriminasi, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.
Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM, Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional), menegaskan bahwa kebebasan pers memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Kebebasan pers merupakan penopang yang sangat kuat untuk terpeliharanya keutuhan NKRI,” _
Menurut Aceng, kebebasan pers sangat erat kaitannya dengan terciptanya keutuhan NKRI. Pers berperan dalam menyebarkan informasi, mencerdaskan masyarakat, dan mengawasi kekuasaan agar selalu berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Dengan kebebasan pers, diharapkan tercipta negara yang adil, makmur, transparan, dan bertanggung jawab. Kebebasan pers juga menjadi asas fundamental serta salah satu pilar dalam menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi,” jelasnya.
Sebagai seorang dosen dan mantan anggota DPRD Kabupaten Majalengka selama tiga periode, Aceng menyebut bahwa kebebasan pers di Indonesia merupakan perwujudan dari Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat.
Ia mengingatkan bahwa kebebasan ini tidak dapat tegak secara otomatis tanpa adanya dukungan penuh dari pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.
Mengutip pernyataan Presiden Amerika Serikat ketiga, Thomas Jefferson, Aceng menekankan pentingnya kebebasan pers dalam demokrasi. “No democracy without free press,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa kebebasan pers, perlindungan hak asasi manusia dan tercapainya negara demokratis akan sulit diwujudkan.
“Kebebasan pers meningkatkan transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, serta kesadaran dan pemahaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.
Meski begitu, Aceng mengingatkan bahwa kebebasan pers yang disalahgunakan dapat membawa dampak buruk.
Penyebaran informasi yang tidak akurat, hoaks, hingga penggunaan pers untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, dapat memicu ketegangan sosial dan politik.
“Ini tantangan yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.
Selain aktif di DPP ASWIN, Aceng Syamsul Hadie juga masih menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Daarurrahman Cigayam, sebuah lembaga pendidikan yang membawahi Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Diniyah, dan TPA.
🔶 Tim Redaksi
















