Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 IMG-20260320-WA0015

FGD Bahas Kesiapan Pelabuhan Kuala Tanjung, Dorong Pertumbuhan Industri Sei Mangkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung

SUMUT đź”· matanewstv.com

MATANEWSTV.com | Medan-Belawan – PT Prima Multi Terminal (PMT) bersama Pelindo Regional 1 dan PT Prima Pengembangan Kawasan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk

“Kesiapan Pelabuhan Kuala Tanjung dalam Rangka Pertumbuhan Industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung”, Rabu (24/9/2025) di Graha Medan.

Kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama sektor logistik dan industri, mulai dari jajaran manajemen Pelindo Group wilayah Sumatera Utara, PT Kereta Api Indonesia (Divre 1 Sumut), PT Kawasan Industri Nusantara, pengelola Dry Port KEK Sei Mangkei, hingga asosiasi transportasi seperti DPW ALFI Sumut, DPC Organda, dan DPD Organda.

Dalam forum tersebut, Pelabuhan Kuala Tanjung dipandang sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang akan menjadi pintu masuk dan keluar logistik di kawasan barat Indonesia.

Dengan letaknya yang strategis menghadap Selat Malaka—jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia—Kuala Tanjung disiapkan menjadi simpul perdagangan global sekaligus penopang utama bagi KEK Sei Mangkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung.

Executive Director 1 Regional 1 Pelindo, Jonedi Ramli, menegaskan pentingnya langkah persiapan agar pelabuhan ini mampu beroperasi secara optimal.

“Dengan adanya pertumbuhan di KEK Sei Mangkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung, maka Pelabuhan Kuala Tanjung harus segera melakukan persiapan untuk optimalisasinya,” ujarnya.

Plt. Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, menambahkan bahwa berdasarkan analisa pasar, pertumbuhan signifikan diperkirakan akan terjadi di Terminal Kuala Tanjung, baik untuk kargo kontainer maupun non-kontainer.

“Saat ini kapasitas yang tersedia masih dapat menampung pertumbuhan tersebut,” jelasnya.

Salah satu fokus diskusi adalah konektivitas antarmoda. Hadirnya PT KAI Divre 1 Sumut dan pengelola transportasi darat menegaskan pentingnya integrasi logistik antara pelabuhan, jalur kereta api, dan transportasi darat.

Sistem logistik terintegrasi dinilai mampu mempercepat arus barang dari pusat industri menuju pelabuhan secara efisien.

Ketua DPW ALFI Sumut, Surianto, menekankan bahwa kesiapan infrastruktur harus diimbangi dengan kepastian layanan.

“Kepastian jadwal kapal, keandalan layanan bongkar muat, serta tarif yang kompetitif akan menentukan seberapa besar industri memanfaatkan Kuala Tanjung,” ungkapnya.

FGD ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antar pelaku logistik, operator pelabuhan, pengelola kawasan industri, hingga asosiasi transportasi.

Pembahasan mencakup kebutuhan layanan, peluang investasi, hingga strategi memperkuat rantai pasok di Sumatera Utara.

Dalam keterangan resmi Humas PMT disebutkan, meningkatnya aktivitas industri di Sei Mangkei dan Kuala Tanjung membuat kebutuhan layanan logistik diperkirakan terus tumbuh.

Karena itu, sinergi multipihak menjadi kunci agar pelabuhan mampu memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan.

Ke depan, keberhasilan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan modern diharapkan membawa dampak berganda bagi ekonomi regional.

Selain memperkuat daya saing industri, pelabuhan ini diharapkan dapat menarik investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.

Pelindo menegaskan komitmennya untuk memastikan kesiapan infrastruktur, layanan, dan koordinasi lintas sektor.

Dengan langkah tersebut, Kuala Tanjung bersama Sei Mangkei diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

(Fs)

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000
Baca juga   Hormati Proses Hukum, Pelindo Regional 1 Belawan Nyatakan Dukungan Penuh kepada Kejatisu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *