IMG-20260629-WA0278

Erosi Sungai Belumai Hanyutkan  Rumah, Warga Desa Tumpatan Nibung Ancam Gelar Aksi Massa Di Kantor BWSS II

Jangan hanya menonton Penderitaan kami

SUMUT  | MATANEWSTV.COM

Tumpatan Nibung, DeliSerdang —Warga Dusun 1, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mendesak pemerintah dan Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS II) untuk segera merealisasikan pembangunan Bronjong (struktur konstruksi terbuat dari kawat dan batu untuk menahan erosi atau gerusan pada tepi sungai) di sepanjang aliran Sungai Belumai.

Mereka mengancam akan menggelar aksi massa besar-besaran jika tuntutan tersebut tak segera ditanggapi.

Syahrul (50) dan Roslinda (55), perwakilan warga Jalan Damai, Desa Tumpatan Nibung, menegaskan bahwa kondisi bantaran Sungai Belumai sudah sangat memprihatinkan.

Mereka menyebutkan bahwa dahulu lebar sungai hanya 15 meter. Namun, akibat erosi dan perubahan iklim, lebar sungai kini meluas drastis menjadi 60 hingga 70 meter, mengancam pemukiman warga.

“Warga di sepanjang Jalan Damai bahkan telah menghibahkan tanah mereka hingga enam meter untuk bantaran sungai, lengkap dengan surat kepemilikan. Tapi kini semua itu terancam hilang karena derasnya arus sungai yang terus mengikis tebing,” ungkap Roslinda Kepada awak media saat ditemui Kamis Pagi (8/5/2025).

Tragedi nyaris terjadi 2 (dua) pekan lalu saat sebuah rumah warga ambruk terseret derasnya arus. Beruntung tidak ada korban jiwa.

“Kami sudah cukup sabar. Jika BWSS II Sumatera Utara tidak segera turun tangan, kami akan mendatangi kantor mereka di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution No. 30, Medan Johor, dengan massa yang besar,” tegas Syahrul.

Kepala Desa Tumpatan Nibung, Sarianto alias Aceng, membenarkan kondisi darurat tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh warga yang terdampak memiliki dokumen tanah yang sah, dan tidak berdomisili secara ilegal di bantaran sungai.

“Dulu sungai itu lebarnya cuma 15 meter. Sekarang sudah meluas jadi 70 meter karena arus yang makin deras dan terus mengikis tebing. Warga tidak salah. Mereka justru korban,” jelas KADES Sarianto.

Pantauan langsung  Awak media di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Erosi sangat menghawatirkan terlihat di sepanjang Jalan Damai, mengancam keselamatan warga dan infrastruktur setempat. Tanah longsor dan lubang besar mulai menggerogoti badan jalan, menjadikan lokasi tersebut zona merah bencana.

Masyarakat berharap pemerintah dan BWSS II segera membangun Bronjong di sepanjang aliran Sungai Belumai untuk mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya.

Warga tak ingin hanya didengar, Namun mereka ingin aksi nyata Pemerintah dan BWSS II (Balai Wilayah Sungai Sumatera II).

(team)

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Pabrik Jagung CV. Golden Jaya Agritama Dituding Rusak Jalan dan Cemari Lingkungan, Diduga Dapat Backing Oknum Brimob

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *