Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000IMG-20260521-WA0048

Di Tengah Tekanan Global, Arus Peti Kemas PMT Sumut Tumbuh 8 Persen

MATANEWSTV.com || Medan-Belawan — Di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional, aktivitas logistik di Sumatera Utara menunjukkan tren positif. PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung tumbuh sekitar 8 persen selama empat bulan pertama tahun 2026.

Hingga April 2026, volume peti kemas yang ditangani PMT mencapai 227.799 TEUs, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi indikator mulai pulihnya pergerakan distribusi barang di wilayah barat Indonesia, meski kondisi perdagangan global masih dibayangi ketidakpastian.

Pertumbuhan terbesar berasal dari aktivitas domestik di Terminal 1 Belawan yang mencatat volume 203.443 TEUs atau naik 7 persen secara tahunan. Stabilnya distribusi barang konsumsi, bahan baku industri, dan kebutuhan manufaktur dinilai menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.

Sementara itu, lonjakan paling signifikan terjadi di Terminal 2 Kuala Tanjung pada segmen internasional. Volume peti kemas internasional tercatat mencapai 11.630 TEUs atau melonjak 182 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipicu bertambahnya layanan pelayaran internasional dan meningkatnya aktivitas ekspor komoditas serta produk hilirisasi dari kawasan industri Sumatera.

Tidak hanya pada sektor peti kemas, aktivitas bongkar muat nonpeti kemas di Kuala Tanjung juga mengalami peningkatan tajam. Hingga April 2026, volume barang nonpeti kemas mencapai 319.210 ton atau tumbuh 197 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, , mengatakan tren tersebut mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan pelaku usaha terhadap aktivitas perdagangan dan distribusi di wilayah Sumatera.

Pergerakan arus peti kemas menunjukkan industri dan perdagangan mulai kembali tumbuh. Meski situasi global masih dinamis, kebutuhan distribusi domestik tetap kuat dan ekspor mulai meningkat, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas,ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).

Menurut Wahyudi, industri pelabuhan saat ini menghadapi tantangan baru akibat pergeseran jalur logistik global, penyesuaian jaringan pelayaran internasional, hingga dampak ketegangan geopolitik yang memengaruhi biaya distribusi dan waktu pengiriman barang.

Karena itu, kata dia, efisiensi operasional menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing pelabuhan nasional. PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 86,22 persen. Sementara di Kuala Tanjung, rasio ET/BT internasional berada di angka 75,94 persen dan domestik 66,85 persen.

Untuk meningkatkan layanan, perusahaan melakukan optimalisasi peralatan bongkar muat, penataan lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi operasional antar terminal dan pengguna jasa.

Selain produktivitas, PMT juga memperkuat implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui inspeksi berkala, standardisasi alat operasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja guna menjaga target nihil kecelakaan kerja.

Wahyudi menegaskan, keandalan pelabuhan menjadi faktor penting dalam mendukung daya saing industri nasional dan kelancaran distribusi barang.

Pelabuhan bukan hanya titik bongkar muat, tetapi bagian penting dari rantai pasok industri. Ketika layanan makin efisien dan andal, maka biaya logistik bisa ditekan dan daya saing ekspor ikut meningkat,” katanya.

Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan terus berkembang menjadi simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia, terutama dalam mendukung penguatan industri hilirisasi dan ketahanan rantai pasok nasional.

(Azhar Fauzi S.Pd)

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Klarifikasi Pihak Pengembang Terkait Tanah Ex PTPN II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *