IMG-20260629-WA0278

Bupati Labusel Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tegaskan Kerukunan sebagai Energi Bangsa

LABUSEL  |  MATANEWSTV.com — Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Kantor Kemenag Labusel, Sabtu (3/1/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, Kepala Dinas Kominfo M. Iqbal Nasution, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Ismail Roy, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Khairuddin Abdi, Kepala Kemenag Labusel Awaludin Habibi, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama.

Dalam amanatnya, Bupati Fery Sahputra membacakan pidato Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema tersebut menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar absennya konflik, melainkan energi kebangsaan yang lahir dari sinergi produktif di tengah keberagaman.

“Bangsa ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh elemen sejak masa perjuangan hingga hari ini. Kementerian Agama hadir sebagai kebutuhan nyata bangsa yang majemuk untuk merawat kehidupan beragama yang damai dalam bingkai kebangsaan,” ujar Bupati saat membacakan pidato Menag.

Pidato tersebut menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Kementerian Agama menunjukkan peran strategis sebagai penjaga nalar agama yang moderat dan berkeadaban.

Peran Kemenag kini semakin luas, mencakup peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama juga memperkuat fondasi program Kemenag Berdampak melalui transformasi digital layanan keagamaan agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Selain itu, penguatan ekonomi umat terus digerakkan melalui pesantren serta optimalisasi zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lintas umat.

Di sektor pendidikan, madrasah dan perguruan tinggi keagamaan menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan umum. Program Desa Sadar Kerukunan pun menjadi bukti bahwa nilai toleransi dan harmoni tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat.

Pidato Menteri Agama juga menyoroti tantangan perkembangan Artificial Intelligence (AI) di era VUCA yang penuh ketidakpastian. ASN Kementerian Agama dituntut adaptif terhadap teknologi sekaligus mampu mengisi ruang digital dengan nilai-nilai keagamaan yang moderat, mencerahkan, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.

“Algoritma masa depan tidak boleh hampa dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus menjadi alat pemersatu, bukan pemicu perpecahan,” tegasnya.

Menutup amanat, seluruh ASN Kementerian Agama diharapkan terus bertransformasi menjadi pribadi yang lincah, adaptif, responsif, dan berintegritas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada umat sebagai wujud pengabdian di tengah dinamika zaman.

🔶 Ali Doar Nasution S.Pd

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Polisi Bersihkan Drainase Jalur Mudik di Labuhanbatu Selatan, Antisipasi Genangan Jelang Idulfitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *