MATANEWSTV.com | Karimun — Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 (AL 2026) disiapkan sebagai pusat informasi, koordinasi, dan respons cepat dalam menghadapi dinamika arus mudik melalui transportasi laut. Posko ini juga difungsikan untuk memastikan pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut berjalan optimal selama periode mudik Lebaran.
Sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan guna menjamin keselamatan dan kelancaran arus penumpang. Salah satunya melalui pemeriksaan kelaikan kapal atau ramp check yang dilaksanakan pada 26 Januari hingga 12 Februari 2026. Hasilnya, sebanyak 21 kapal telah diperiksa dan dinyatakan laik laut untuk beroperasi selama masa angkutan Lebaran.
Selain itu, otoritas pelabuhan juga telah menyiapkan armada transportasi laut yang cukup besar. Tercatat sebanyak 55 unit kapal ferry, 89 unit speed boat, serta dua kapal rede yakni KM Gandha Nusantara 07 dan KM Gandha Nusantara 08 siap melayani penumpang. Sementara itu, satu kapal dari PT Pelni, KM Kelud, juga disiagakan untuk mendukung mobilitas penumpang selama periode mudik.
Berdasarkan prediksi, lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik pada 18 hingga 19 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, operator pelayaran menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk kemungkinan penambahan perjalanan atau extra trip.
Sejumlah potensi permasalahan juga telah dipetakan. Di antaranya peningkatan pelayanan terminal melalui percepatan perbaikan terminal penumpang serta penambahan fasilitas ruang tunggu guna mengakomodasi lonjakan penumpang.
Di sektor kesehatan, fasilitas layanan penumpang juga akan diperkuat. Kesehatan Pelabuhan menyiapkan ambulans, kursi roda, serta obat-obatan P3K guna memberikan layanan medis cepat apabila dibutuhkan.
Pengelola pelabuhan juga mengantisipasi potensi penumpukan penumpang di area ponton dan terminal dengan melakukan pengaturan lalu lintas serta pembatasan zona bagi pengantar dan penjemput. Sementara untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, koordinasi intensif dilakukan dengan BMKG guna memastikan keselamatan pelayaran.
Selain itu, potensi kemacetan di pintu masuk dan keluar pelabuhan akan diatasi melalui penataan area parkir dan pengaturan arus kendaraan.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan, pihak terkait juga telah melaksanakan simulasi keselamatan berupa fire drill dan man overboard (MOB) drill. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Pelindo, Lanal, Basarnas, Polres, serta PT Karimun Satria Abadi dengan dukungan kapal SB Satria 08.
Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, PT Pelni juga memberikan diskon tiket kapal kelas ekonomi sebesar 30 persen untuk periode 13 Maret hingga 5 April 2026. Selama masa angkutan Lebaran tahun ini, dipastikan tidak ada kenaikan harga tiket.
Program mudik tahun ini mengusung semangat “Mudik Nyaman Bersama” dan “Bersama Raih Kemenangan, Jaga Keselamatan”, sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.
▶️ Liputan: Yandriemars
















