IMG-20260629-WA0278

Pelindo Multi Terminal Dorong Transformasi Pelabuhan Lewat Terminalisasi

Medan  |  MATANEWSTV.com — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus memperkuat transformasi pengelolaan pelabuhan nonpetikemas di Indonesia. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah terminalisasi, yakni pengembangan fasilitas pelabuhan agar beroperasi secara khusus dan terstandar sesuai jenis muatan.

Terminalisasi merupakan peningkatan fungsi pelabuhan dari layanan barang umum (general cargo/multipurpose) menjadi terminal khusus (dedicated terminal) untuk melayani angkutan curah cair, curah kering, kendaraan, hingga RoRo (Roll on/Roll off).

Kebijakan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.

Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto, mengatakan terminalisasi menjadi bagian penting dari inisiatif strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas pelabuhan.

“Terminalisasi sangat krusial, terutama untuk layanan yang menuntut keandalan, kecepatan, keamanan, serta kontrol operasional yang tinggi. Dengan sistem yang lebih khusus, kualitas layanan dapat dijaga secara konsisten dan kepercayaan pengguna jasa meningkat,” ujar Arif dalam keterangannya.

Sebagai implementasi nyata, Pelindo Multi Terminal baru-baru ini memperoleh Surat Keputusan Pengoperasian Fasilitas Pelabuhan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Perubahan fungsi tersebut mencakup Terminal Curah Cair 3 dan Terminal Curah Kering MTP01 di Branch Bumiharjo Bagendang oleh KSOP Kelas IV Kumai, serta Terminal Curah Kering Mooring Buoy Bosowa dan Mooring Buoy Indocement di Branch Lembar oleh KSOP Kelas III Lembar pada November lalu.

Hingga kini, program terminalisasi telah diterapkan di 44 terminal yang tersebar di 14 cabang Pelindo Multi Terminal Group, meliputi Belawan, Dumai, Bengkulu, Pontianak, Panjang, Teluk Bayur, Tanjung Intan, Tanjung Emas, Gresik, Jamrud Nilam Mirah, Lembar, Trisakti, Bumiharjo Bagendang, dan Makassar.

Transformasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kinerja operasional. Hingga November 2025, rata-rata produktivitas pelabuhan meningkat sebesar 21,52 persen dalam indikator Ton/Ship/Day (T/S/D). Selain itu, waktu sandar kapal (port stay) tercatat lebih cepat hingga 21,28 persen.

Menurut Arif, terminalisasi bukan sekadar perubahan teknis operasional, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem layanan pelabuhan yang modern dan bernilai tambah.

“Kami berkomitmen menghadirkan pelabuhan yang lebih produktif dan berdaya saing. Transformasi ini memperkuat peran Pelindo Multi Terminal dalam mendukung konektivitas dan logistik nasional, sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” kata dia.

🔶 Arianto

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Pelindo Regional 1 Belawan Catat Kenaikan Arus Penumpang, Siapkan Layanan Prima Sambut Nataru 2025/2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *