Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000IMG-20260521-WA0048

Banjir Bandang Terjang Desa Kota Tua, 700 Warga Mengungsi dan Puluhan Rumah Rusak

MATANEWSTV.com

Tapanuli Selatan, Sumut —  Banjir bandang melanda Desa Kota Tua, Kecamatan Tano Tombangan (Tantom), Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (18)12/2024) pukul 16.00 WIB.

Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan air sungai meluap ke pemukiman warga, membawa material berupa lumpur dan gelondongan kayu.

Kepala Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Tapanuli Selatan, Mashuri, mengungkapkan bahwa meski tidak ada korban jiwa, banjir menyebabkan 10 warga mengalami luka ringan, puluhan rumah rusak, dan 30 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

“Sebanyak 200 kepala keluarga atau sekitar 700 jiwa telah dievakuasi. Mereka berasal dari Desa Kota Tua dan sekitarnya. Saat ini, kami telah menyiapkan tiga lokasi pengungsian, yaitu di Somaninggir dekat Posyandu, Istana Hasadaon Kota Tua, dan Gereja KPA Kota Tua,” ujar Mashuri.

Dampak dan Kronologi Bencana

Saah seorang warga Desa Kota Tua yang enggan dipublikasikan, menjelaskan bahwa banjir terjadi sangat cepat.

“Hujan deras mengguyur wilayah kami hingga air meluap ke kampung. Tinggi air mencapai selutut orang dewasa, dengan warna kecoklatan membawa lumpur dan kayu gelondongan,” Ujarnya.

Akibat banjir, puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah. Beberapa rumah bahkan dilaporkan hanyut terbawa arus deras.

“Kami saat ini mengungsi di Bagas Godang Ompu Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon. Bantuan sejauh ini belum ada,” tambahnya.

Upaya Penanganan

BPBD Tapanuli Selatan bersama pihak terkait terus melakukan upaya evakuasi dan bantuan darurat.

Mashuri menyatakan bahwa pihaknya telah mendirikan tenda pengungsian, membuka dapur umum, serta menyediakan air bersih untuk warga terdampak.

Situasi di lokasi masih memprihatinkan, dan warga berharap bantuan lebih lanjut segera datang.

“Kami akan terus memantau situasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu pemulihan kondisi di Desa Kota Tua,” pungkas Mashuri.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan bencana seperti Tapanuli Selatan.

Red^

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Akses Jalan Pulih, Polres Aceh Tenggara Sigap Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Desa Lawe Kelabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *