SUMUT 🔷 matanewstv.com
MATANEWSTV.com | Medan-Belawan – PT Prima Multi Terminal (PMT) bersama Penang Port Sdn Bhd resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat jaringan logistik kawasan Selat Malaka.
Penandatanganan berlangsung di Kuala Tanjung, Selasa (2/9/2025), dengan fokus pada pengembangan layanan transhipment peti kemas.
Kolaborasi ini menandai langkah penting bagi kedua operator pelabuhan dalam memperluas konektivitas dan meningkatkan efisiensi rantai pasok internasional.
Kesepakatan mencakup pertukaran informasi, komunikasi intensif, hingga pemanfaatan fasilitas bersama guna menghadirkan layanan transhipment yang lebih cepat, terjangkau, dan kompetitif.
Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dengan sekitar 100.000 kapal melintas setiap tahun.
Letak strategis Kuala Tanjung yang berdekatan dengan Penang diyakini mampu menjadikannya simpul penting dalam memperkuat daya saing logistik regional.
Direktur Utama PMT, Rudi Susanto, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam mengoptimalkan potensi pelabuhan.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi Kuala Tanjung sebagai gerbang logistik internasional,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (3/9/2025).
Sementara itu, CEO Penang Port, Sasedharan Vasudevan, menilai kerja sama ini sangat realistis karena didukung kedekatan geografis serta jalur pelayaran yang telah mapan.
“Dengan kedekatan rute, biaya logistik bisa ditekan. Ditambah jaringan pelayaran Penang Port yang sudah berjalan, transhipment dapat segera terealisasi,” katanya.
Kepala KSOP Kuala Tanjung, Humaid Minabari, menilai kesepakatan tersebut akan memberi nilai tambah signifikan bagi pengguna jasa.
“Pelabuhan Kuala Tanjung adalah proyek strategis nasional. Dengan jarak yang dekat ke Penang, pelaku usaha tentu lebih memilih layanan transhipment ini,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Executive Director Regional 1, Jonedi Ramli, yang berharap kerja sama segera diimplementasikan.
“Kami berharap transhipment antara PMT dan Penang Port bisa segera terealisasi dalam waktu dekat,” tegasnya.
Acara penandatanganan turut dihadiri Port Authority Penang, Bea dan Cukai Kuala Tanjung, Administrator KEK Sei Mangkei, serta DPW ALFI/ILFA Sumut. Kehadiran para pihak ini mencerminkan dukungan luas terhadap penguatan ekosistem logistik di Kuala Tanjung.
Sebelumnya, pada 20 Juni 2025, PMT telah melakukan sosialisasi pengapalan peti kemas internasional untuk memperkenalkan potensi Kuala Tanjung kepada industri. Kerja sama dengan Penang Port menjadi langkah nyata dari program tersebut.
Sebagai informasi, PMT adalah anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas yang mengelola terminal peti kemas di Pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan Domestik.
PMT melayani bongkar muat peti kemas, penyimpanan, terminal multipurpose, hingga layanan pendukung lainnya.
Kuala Tanjung sendiri masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Adapun Penang Port Sdn Bhd merupakan operator pelabuhan utama di Pulau Pinang, Malaysia, dengan empat terminal yang melayani kargo peti kemas, curah cair, curah kering, hingga penumpang.
Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional, Penang Port menjadi pintu gerbang penting perdagangan regional, khususnya wilayah utara Malaysia dan negara-negara Asia lainnya. (FS)

















