Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 IMG-20260320-WA0015

Diduga Tak Layak Konsumsi, Menu MBG di Langkat Bikin Sejumlah Siswa Mual dan Sakit Perut

Sejumlah siswa di Babalan, Langkat, mengaku mual dan sakit perut usai menyantap menu ayam semur dari dapur MBG SPPG Teluk Meku.

MATANEWSTV.com | LangkatProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah siswa di Kecamatan Babalan dilaporkan mengalami mual dan sakit perut usai menyantap menu ayam semur yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Teluk Meku.

Insiden tersebut mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook Jafar Drone viral di media sosial. Dalam video itu, pemilik akun mendatangi SD Swasta Insaniyah Babalan dan memperlihatkan kondisi makanan yang diduga sudah berbau tak sedap saat tiba di sekolah.

Beberapa siswa penerima manfaat dalam video itu juga mengaku mengalami keluhan fisik setelah mengonsumsi menu yang dibagikan.

“Saya sekarang mendapati MBG yang datang ke sekolah itu berbau dan tidak bisa dikonsumsi. Sekali lagi kami mohon kepada SPPG-nya ini tolong diperbaiki. Ini ada juga anak di Insaniyah yang sakit dan mual,” ujar Jafar dalam video yang beredar, Selasa (31/3/2026).

Menurut keterangan para siswa, gejala seperti mual dan sakit perut mulai dirasakan setelah mereka memakan menu ayam semur yang berasal dari dapur MBG tersebut.

Situasi semakin menyita perhatian publik ketika Jafar mengaku langsung muntah usai mencoba mencicipi makanan yang disebut-sebut menjadi sumber keluhan para siswa.

Dalam video yang sama, Jafar menyampaikan kritik keras terhadap pihak penyelenggara MBG. Ia menilai makanan yang dibagikan kepada anak-anak sekolah tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

“Ini kalau dikonsumsi anak-anak memang tidak bisa, teman-teman. Ini realita. Kalau kalian mau, silakan kalian yang makan. Jangan kalian suruh anak-anak yang makan. Ini memang sudah tidak layak dikonsumsi,” tegasnya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan pihak sekolah. Nurhalimah, salah seorang guru di SD Swasta Insaniyah Babalan, membenarkan bahwa menu ayam semur yang diterima pihak sekolah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Ia mengatakan, para siswa bahkan sempat ragu untuk menyentuh makanan tersebut karena baunya yang menyengat.

“Kami mengimbau kepada anak-anak, jika terlalu menyengat baunya, jangan dimakan,” ujar Nurhalimah.

Menurutnya, kondisi makanan yang dibagikan saat itu memang menimbulkan kekhawatiran, terutama karena dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah dasar.

Menanggapi kejadian itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Langkat, Ali Ihsan, menyatakan bahwa pihaknya telah merespons insiden tersebut. Ia menyebut, unsur terkait termasuk pihak SPPG Teluk Meku dan aparat pendamping telah melakukan pembahasan awal atas peristiwa yang terjadi.

Ali mengatakan, pihak satuan tugas juga telah meminta data yayasan dan penanggung jawab operasional guna kepentingan klarifikasi lebih lanjut.

“Pihak satgas juga sudah meminta kepada saya nama yayasan dan PIC yayasan agar dapat klarifikasi kejadian tersebut. Bagi SPPG-nya, sedang melakukan pembuatan laporan khusus terkait kejadian,” kata Ali melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

Insiden ini menambah daftar persoalan yang harus segera dievaluasi dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi pelajar. Publik menilai, kualitas, higienitas, distribusi, hingga pengawasan makanan semestinya menjadi prioritas utama, terlebih program tersebut menyasar anak-anak sekolah.

Apabila benar ditemukan unsur kelalaian dalam proses pengolahan maupun distribusi makanan, maka langkah korektif dan evaluasi menyeluruh dinilai sangat mendesak untuk dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa, jangan sampai justru menimbulkan risiko kesehatan bagi para penerimanya.

(Yd/Tim)

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000
Baca juga   Polsek Besitang Polres Langkat Sulap Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif, Dukung Program Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *