Aceh Tenggara | matanewstv.com
Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry dan Dr. Heri Al Hilal, didesak untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tenggara, Sudirman, beserta jajarannya.
Evaluasi ini dinilai penting guna memastikan pelayanan yang profesional dan mendukung kemajuan daerah.
Desakan tersebut disampaikan oleh tokoh muda setempat, Irwandi. Menurutnya, jika pasangan pemimpin daerah ini benar-benar ingin melakukan perubahan, langkah awal yang harus dilakukan adalah mutasi atau rotasi pejabat yang dinilai kurang kompeten.
“Jika evaluasi ini tidak segera dilakukan dengan cepat dan profesional, dikhawatirkan roda pemerintahan tidak akan berjalan sesuai dengan visi misi pasangan SAH untuk mewujudkan Aceh Tenggara yang maju dan produktif,” ujar Irwandi.
Dugaan Sikap Arogan dan Pelanggaran Hak Pekerja
Irwandi menyoroti adanya dugaan sikap arogan dan tidak profesional di lingkungan DLH Aceh Tenggara.
Beberapa petugas kebersihan jalan, salah satunya NSA, mengaku kecewa dengan perlakuan beberapa oknum pejabat dinas tersebut.
NSA, warga Kecamatan Lawe Bulan, mengungkapkan bahwa dirinya dan beberapa rekan kerja merasa dianaktirikan oleh pihak dinas.
Selain itu, NSA juga menyinggung dugaan praktik penahanan gaji yang dilakukan oleh oknum bendahara DLH Aceh Tenggara, berinisial Sri.
“Sebelumnya, gaji kami ditransfer melalui rekening Bank Aceh. Namun, sejak empat bulan terakhir mengalami keterlambatan, akhirnya gaji kami diberikan secara manual di kantor dinas,” ujar NSA.
Lebih miris lagi, lanjutnya, pada aksi demonstrasi Desember 2024 lalu, pihak DLH langsung membayar dua bulan gaji, tetapi dua bulan lainnya masih tertunggak. NSA bahkan mengaku sering kali harus beradu argumen dengan oknum bendahara tersebut untuk mendapatkan haknya.
“Bahkan dia (Sri) pernah mengatakan bahwa dirinya tidak takut dimutasi oleh siapa pun,” ungkap NSA.
Tak hanya itu, NSA juga menyebut dirinya telah diberhentikan secara sepihak dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan.
Ia menduga pemecatan tersebut bermuatan politik, karena dirinya dianggap mendukung pasangan SAH pada Pilkada 2024.
“Ada beberapa dari kami yang dipecat karena dianggap mendukung pasangan SAH. Tapi anehnya, ada juga yang dipekerjakan kembali karena punya ‘bekingan’ di dinas itu,” kata NSA dengan nada kecewa.
Perlakuan Arogan terhadap Wartawan
Dugaan sikap arogan di DLH Aceh Tenggara tidak hanya dialami oleh pekerja kebersihan, tetapi juga dirasakan oleh wartawan setempat. Oknum Sekretaris DLH, berinisial Sapta Marga, diduga melontarkan perkataan kasar saat dikonfirmasi terkait kendala pembayaran gaji pekerja.
Saat ditanya perihal keterlambatan gaji, Sapta Marga diduga merespons dengan kata-kata tidak pantas dan meremehkan wartawan yang bertanya.
“Tindakan seperti ini mencerminkan buruknya kepemimpinan di DLH Aceh Tenggara. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah akan semakin menurun,” tegas Irwandi.
Kepala DLH Akui Ada Pengurangan Karyawan
Sementara itu, Kepala DLH Aceh Tenggara, Sudirman, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu membenarkan adanya pengurangan tenaga kebersihan.
Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dugaan penahanan gaji maupun pemecatan yang dinilai tidak adil.
Desakan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara untuk segera mengevaluasi jajaran DLH semakin menguat.
Publik menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah dalam menindaklanjuti permasalahan ini demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik dan profesional.
■Nain/Team















