Deli Serdang, Sumatera Utara MATANEWSTV com — Aroma busuk persekongkolan tercium di balik berdirinya kilang somil milik inisial HR di Dusun VIII, Jalan Perbatuan, Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.
Kilang ini, yang diduga beroperasi tanpa izin resmi, berdiri kokoh di atas lahan milik negara eks PTPN I Kebun Tandam Hilir, menantang kedaulatan hukum dan memicu keresahan warga sekitar.
Warga Desa Tandam Hilir I dibuat geram dengan keberadaan kilang somil ini. “Katanya tidak punya izin, tapi kok bisa berdiri di lahan negara?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (31/5/2024). “Pemiliknya (HR) seenaknya saja membangun kilang ini tanpa musyawarah dengan warga sekitar. Padahal, jalan yang dilintasi mereka bukan jalan umum, melainkan jalan milik masyarakat.”
Kejanggalan semakin tercium ketika media mencoba menghubungi Kepala Desa Tandam Hilir I untuk mendapatkan konfirmasi. Upaya berulang kali melalui telepon seluler tak membuahkan hasil.
Ironisnya, lokasi kilang somil ilegal ini berada di bawah wilayah hukum Polsek Binjai dan Polres Binjai. Saat dikonfirmasi terkait keberadaan kilang tersebut, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Mahadi Zuhatta, mengatakan akan segera melakukan pengecekan. “Terima kasih atas informasinya. Segera akan kita cek,” ujarnya.
Kasus kilang somil ilegal di Tandam Hilir ini bagaikan gunung es yang menyembunyikan fakta kelam. Bau busuk persekongkolan dan pembiaran oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab kian menguat.
Masyarakat Tandam Hilir I berharap agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang terjadi.
*Pertanyaan yang Menanti Jawaban:
– Dari mana asal kayu gelondong yang diolah di kilang somil tersebut?
– Siapa yang memberikan izin kepada HR untuk membangun kilang di atas lahan negara?
– Apakah ada oknum aparat yang terlibat dalam memuluskan bisnis ilegal ini?
Masyarakat Tandam Hilir I menanti jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mereka berharap keadilan ditegakkan dan lahan negara diselamatkan dari cengkeraman oknum-oknum yang serakah. (Tim)
















