IMG-20260629-WA0278

Sepekan Berlalu, Pelaku Penyeretan Siswi SD di Marelan Belum Tertangkap

MEDAN  |  MATANEWSTV.com  — Sepekan telah berlalu sejak peristiwa pencurian disertai penyeretan terhadap seorang siswi sekolah dasar di Medan Marelan, Kota Medan. Namun hingga Senin, 19 Januari 2026, pelaku belum juga berhasil ditangkap. Lambannya pengungkapan kasus ini memantik kritik publik dan sorotan tajam warganet terhadap kinerja kepolisian, meski perkara tersebut disebut telah menjadi atensi Polda Sumatera Utara.

Korban adalah Bunga, 9 tahun, siswi SD Harapan Bangsa. Ia menjadi korban pencurian telepon genggam di rumahnya di Jalan AMD (ABRI Masuk Desa), Gang Prabot, Lingkungan XXII, Kelurahan Rengas Pulau. Aksi pelaku tidak berhenti pada pencurian. Anak itu nyaris kehilangan nyawa setelah tubuhnya terseret sepeda motor pelaku sejauh puluhan meter di atas aspal.

Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam. Hingga kini, Bunga dilaporkan masih mengalami ketakutan berlebih dan enggan berinteraksi dengan orang asing. Keluarga menyebut kondisi psikologis korban berubah drastis. Anak yang sebelumnya ceria dan aktif itu kini kerap menangis dan mudah panik.

Ironisnya, meski korban adalah anak di bawah umur dan tindakan pelaku tergolong brutal, aparat kepolisian belum juga mengungkap identitas maupun menangkap pelaku. Kondisi ini memunculkan keresahan di tengah masyarakat Marelan yang menilai keberadaan pelaku di luar sana menjadi ancaman nyata, terutama bagi anak-anak.

“Ini bukan pencurian biasa. Korbannya anak kecil dan diseret di jalan. Kalau pelaku belum tertangkap, bisa saja kejadian serupa terulang,” ujar Charlie, warga setempat.

Pernyataan itu diamini Akui Saikong dan sejumlah warga lainnya yang ditemui di lokasi.

Warga menyatakan tetap mendukung kepolisian, namun berharap dukungan tersebut dibalas dengan langkah konkret dan hasil nyata. Mereka menilai status “atensi” tidak cukup jika tidak diikuti dengan penangkapan pelaku dan transparansi proses hukum.

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa bermula saat pelaku masuk ke rumah korban. Ketika itu, Bunga sedang berada di kamar mandi, sementara telepon genggamnya tergeletak di atas meja. Aksi pencurian baru disadari korban sesaat setelah ia keluar.

Menyadari aksinya ketahuan, pelaku langsung melarikan diri. Dalam kepanikan, Bunga sempat memohon agar telepon genggamnya tidak dibawa kabur.

Bang… bang… hape aku, tolong jangan diambil,kata korban dengan suara memelas.

Permohonan itu diabaikan. Pelaku justru menaiki sepeda motornya dan tancap gas. Bunga yang refleks berusaha mempertahankan barang miliknya memegang besi belakang sepeda motor tersebut. Tubuhnya terseret di jalan hingga mengalami luka lecet hampir di seluruh bagian tubuh.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih bebas. Upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Ferry Walintukan, belum membuahkan hasil. Pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkan kepada perwira menengah tersebut belum mendapat respons.

Publik kini menunggu keseriusan aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini—bukan sekadar pernyataan normatif, melainkan tindakan nyata untuk menegakkan keadilan dan mengembalikan rasa aman bagi warga Marelan.

🔶 ( Fs.Red )

Putih-dan-Cokelat-Minimalis-Selamat-Hari-Raya-Idul-Adha-Poster-20260519-112724-0000 Biru-dan-Kuning-Modern-Strategi-Digital-Marketing-Untuk-Umkm-Presentation-20260521-175307-0000
Baca juga   Diduga Pernah Alami Depresi Berat, Kepling 17 Tanjung Mulia Tuai Sorotan Usai Pamer Sajam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *