Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

BNCT Rehabilitasi 22 Hektare Lahan Sawit Menjadi Kawasan Mangrove Produktif

Belawan-Medan | MATANEWSTV.com— PT Belawan New Container Terminal (BNCT) bersama DP World dan PT Pelindo Terminal Petikemas menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan melalui rehabilitasi eks lahan sawit seluas 22 hektare menjadi kawasan mangrove produktif.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 November 2025 di Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Transformasi lahan sawit tidak produktif menjadi kawasan mangrove ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta kerusakan ekosistem pesisir.

Ratusan bibit bakau turut ditanam secara simbolis oleh volunteer dari berbagai perusahaan pelayaran dan logistik, di antaranya PT Evergreen Shipping Agency Indonesia, MTT Shipping Sdn Bhd, Maersk, CMA CGM, dan CTP Line.

Kolaborasi lintas industri ini menegaskan bahwa upaya penyelamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Rehabilitasi kawasan mangrove tersebut tidak hanya berfungsi memulihkan ekosistem, tetapi juga dirancang mendukung pengembangan Silvofishery Crab Farming, yaitu model budidaya kepiting bakau yang memadukan ekonomi produktif dan konservasi alam.

Pendekatan ini diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat setempat dan sekaligus menjadi benteng alami terhadap abrasi serta banjir rob yang kian sering terjadi.

Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nasution, dalam siaran persnya pada Selasa (3/12/2025) menegaskan bahwa program konversi lahan sawit menjadi hutan mangrove merupakan simbol penting dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan selalu berjalan seiring dengan perbaikan lingkungan. Mengubah lahan sawit menjadi hutan mangrove bukan hanya langkah ekologis, tetapi juga bentuk nyata kepedulian BNCT terhadap masa depan pesisir dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada kelestarian alam,” ujar Rizki.

Ia menambahkan bahwa upaya ini sangat relevan dengan kondisi pesisir yang menghadapi penurunan kualitas lingkungan dan meningkatnya risiko bencana di beberapa wilayah Sumatera.

“Mangrove mampu meredam gelombang, menahan erosi, dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan kawasan pesisir,” jelasnya.

Program rehabilitasi seluas 22 hektare ini diharapkan menjadi contoh transformasi positif di Sumatera Utara, bahwa lahan sawit yang tidak lagi produktif dapat dikembalikan menjadi ekosistem hijau yang memberi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi generasi mendatang.

🔶 ( FS )

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000
Baca juga   BNCT Terima Kunjungan Bakrie Renewable Chemicals, Bahas Efisiensi Logistik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *