Langkat | matanewstv.com
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, meninjau pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2025 di wilayah hukum Polres Langkat.
Dalam kunjungannya ke Pos Pelayanan I Sei Karang, Kecamatan Stabat, ia memberikan apresiasi atas kesiapan operasi yang telah mencapai 100 persen.
Kedatangan Kapolda disambut oleh Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, Dandim 0203/Langkat Letkol Arh FX Ibnu Hardiyanto, Bupati Langkat Syah Afandin, serta Wakil Ketua DPRD Langkat Ajai Ismail.
Irjen Whisnu menilai kesiapan yang optimal ini merupakan bukti nyata dari sinergi kuat antara Polres Langkat, Kodim 0203/Langkat, dan Pemkab Langkat.
Kolaborasi Solid Demi Pelayanan Masyarakat
Kapolda menekankan bahwa Operasi Ketupat Toba merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat merayakan Idulfitri.
Ia mengapresiasi koordinasi yang baik antara berbagai instansi, yang dinilainya bisa menjadi contoh bagi Polres lain di Sumatera Utara.
“Saya berharap hubungan ini semakin erat dan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah operasi kemanusiaan, di mana kita bersama-sama memastikan masyarakat dapat beristirahat, bersilaturahmi, dan merayakan Lebaran dengan aman,” ujar Irjen Whisnu.
Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan karakteristik Kabupaten Langkat dibanding daerah lain, terutama karena berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh dan memiliki pasar tumpah yang dapat mempengaruhi arus lalu lintas.
Oleh karena itu, Kapolda menginstruksikan peningkatan pengamanan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.
Lonjakan Kendaraan di Perbatasan Sumut-Aceh
Kepala Biro Operasional Polda Sumut, Kombes Pol Victor Togi Tambunan, melaporkan adanya lonjakan arus kendaraan selama Operasi Ketupat Toba.
Sejak kemarin, tercatat sebanyak 15 ribu kendaraan masuk ke Sumatera Utara dari Aceh, dengan dominasi kendaraan roda empat sebanyak 8 ribu unit.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang keluar dari Sumut mencapai 23 ribu unit, mayoritas kendaraan roda dua sebanyak 14 ribu unit.
Menurut Kombes Victor, pergerakan kendaraan terbesar selama arus mudik terjadi antara Sumatera Utara dan Aceh, melampaui arus kendaraan dari Riau maupun Sumatera Barat.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas.
Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, melalui Kasat Lantas Polres Langkat AKP Maruli Tua Simanjorang, menjelaskan bahwa Polres Langkat telah menyiapkan enam pos pelayanan dan dua pos pengamanan dengan karakteristik lalu lintas yang berbeda.
Salah satu pos yang menjadi perhatian khusus adalah Pos Pelayanan I Sei Karang, yang mencatat hingga 11.571 kendaraan melintas melalui tol sejak dimulainya operasi pada 26 Maret lalu.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, kepolisian telah berkoordinasi dengan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) guna melakukan penutupan sementara pintu Tol Stabat jika diperlukan, serta mengalihkan arus ke pintu Tol Kwala Bingai yang berjarak sekitar 10 kilometer.
Dengan kesiapan maksimal dan koordinasi yang solid, Operasi Ketupat Toba 2025 di Langkat diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik, serta menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran.
®️ Nain
















