matanewstv.com
Medan — Dalam upaya memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan lembaga sosial, Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sustainable Development Goals (PSL & SDGs) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Cinta Keadilan Indonesia (YCKI), Senin (6/5).
Penandatanganan MoU yang berlangsung di kantor PSL & SDGs UIN Sumatera Utara, Jl. William Iskandar, Medan Estate, Deli Serdang ini menjadi tonggak penting dalam kolaborasi strategis untuk mendorong pengabdian masyarakat, pemberdayaan sosial, serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
MoU tersebut ditandatangani oleh Prof. Dr. Ir. M. Idris, M.P., selaku Kepala PSL & SDGs, bersama Prof. Dr. Didik Santoso, Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PSL & SDGs, yang mewakili Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. Dari pihak YCKI, penandatanganan dilakukan oleh Ketua Yayasan, Lili Suheli, S.T.
Dalam sambutannya, Prof. Idris menegaskan pentingnya transformasi perguruan tinggi menjadi pusat pengabdian yang aktif di tengah masyarakat.
“Kampus Merdeka harus menjadi ‘Kampus Pengabdian’ yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung dari realitas sosial, bukan hanya teori,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Didik Santoso memaparkan kiprah PSL & SDGs dalam membina komunitas melalui program-program seperti Forum Silaturahmi Islam (Fosi), yang membentuk karakter pemuda masjid dengan pelatihan praktis seperti menjadi imam, bilal, hingga pengurusan jenazah.
“Kami ingin masjid menjadi sentral kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama ini juga menyentuh isu-isu lingkungan hidup, termasuk inisiatif penanaman pohon yang melibatkan sekolah, komunitas lokal, dan instansi pemerintah, sebagai bentuk aksi nyata menghadapi krisis iklim.
Ketua YCKI, Lili Suheli, menyambut baik kolaborasi ini dan menyampaikan keyakinannya terhadap potensi besar sinergi akademik dan aksi sosial.
“Kami percaya kolaborasi ini akan melahirkan program-program inspiratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Sejumlah tokoh sosial dan pendidikan turut hadir dalam kegiatan ini, seperti Agus Syahputra, S.HI., Faisal Kurniawan, S.Sos., dan Rafi Akbar, yang ikut berdiskusi tentang implementasi program kerja sama ke depan.
Penandatanganan MoU ini menjadi awal dari langkah bersama menuju Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebagaimana pepatah bijak, pohon yang ditanam hari ini akan menjadi naungan bagi generasi masa depan—akar sinergi dan batang pengabdian menjadi fondasi perubahan nyata.
(Nain)

















