SISWA MAN  1 MEDAN Di PAKSA MAKAN LUMPUR DAN MINUM LUDAH.

KRIMINAL126 Dilihat

Medan || matanewstv.com.

Seorang siswi MAN 1 Medan di duga jadi
korban perundungan  atau bullying karena
tolak masuk geng motor. (26/11/2023)

Kasus ini terkuak saat pengguna akun Tiktok menceritakan  peristiwa meyakitkan yang menimpa adiknya.

Adiknya yang bersekolah di MAN 1 Medan
dibully hingga mengalami luka luka pada
Fisiknya.

Dalam vidio yang viral di Tiktok, ia bercerita
bahwa adiknya sempat diculik selama 7 jam, iya diculik oleh anak-anak MAN 1 Medan serta  alumni dari sekolah tersebut dari jam 10:00 – 17. 00 waktu setempat.

Bahkan tragisnya, mereka meyiksa korban dengan cara memaksanya dengan memakan lumpur, menghisap sandal, makan daun dan ranting, serta memakan minum air ludah.

Korban saat itu tidak mampu melawan
Karena banyak jumblah pembully dan mengalami kekerasan fisik seperti dipukul,
dan ditendang.

Adik saya disiksa, ditendang, dipukul,
dibakar, tangannya, pakai kunci yang sudah dipanasi api, dia bully ada 20 orang”.

berdasarkan impormasi yang diterima oleh
Ibu korban, Khairani Anwar, penyiksaan terhadap anaknya itu di duga terjadi karna korban, menolak untuk bergabung di dalam
geng motor.

Selain itu, penganiayaan ini juga diduga terjadi, karena alumni maupun siswa tergabung kedalam geng itu tidak menyukai korban berteman dengan siswa SMA lainya yang dianggap musuh.

Sebagai orang tua, ia  mengaku tidak terima anaknya mendapat perlakuan yang begitu keji.

Informasi yang di dapat sebelum dugaan penyiksaan, korban sempat di ancam dibunuh.
Para pelaku sempat memberi tawaran sebagi bentuk negosiasi penawaran kepada korban, tetapi hal itu di tolak korban, hal ini menjadi Penyebab korban disiksa, karena korban tidak tega, dari hatinya dia tidak mau takut kawanya mati,” katanya.

Baca juga   Tim Jatanras Polresta Deli Serdang Ringkus Pelaku Pencurian Sepeda Motor

Karna peristiwa ini korban mengalami
sejumbelah luka dan berharap polisi, bisa mengusut tuntas peristiwa menimpa anak semata wayangnya  Itu. ( Ibnu hajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *