PORSEA | matanewstv.com
Sebuah rumah semi permanen yang sekaligus difungsikan sebagai tempat ibadah Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) di Desa Parparean III, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, ludes dilalap api pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Bangunan tersebut diketahui milik Pendeta Napetali Daeli (54), yang tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kapolsek Porsea, AKP Daniel Aritonang, membenarkan insiden kebakaran tersebut dan menyebut dugaan awal kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.
Api Cepat Membesar, Rumah dan Gereja Ludes Terbakar
Menurut keterangan saksi, Robertha Simanjuntak (43), yang merupakan istri pemilik rumah, saat kejadian ia sedang berada di belakang rumah untuk melihat ternak ayam.
Tiba-tiba, ia melihat kobaran api muncul dari ruangan gereja yang berada di dalam rumah tersebut.
Melihat kejadian itu, Robertha segera berteriak meminta bantuan warga sekitar. Namun, dalam hitungan menit, api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan, mengingat sebagian besar material rumah terbuat dari kayu dan triplek yang mudah terbakar.
Tak lama setelah kejadian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Toba dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Setelah upaya maksimal, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan, namun seluruh bangunan telah hangus.
Korban Kehilangan Tempat Tinggal dan Seluruh Harta Benda
Akibat kebakaran ini, Pendeta Napetali Daeli dan keluarganya kehilangan tempat tinggal serta seluruh barang-barang mereka, termasuk pakaian dan perlengkapan rumah tangga.
Kapolsek Porsea, AKP Daniel Aritonang, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun dampak kebakaran cukup besar bagi keluarga korban dan jemaat gereja yang biasa beribadah di tempat tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik yang bisa berakibat fatal. Periksa instalasi listrik secara berkala dan hindari penggunaan peralatan listrik yang sudah tidak layak pakai,” ujar AKP Daniel Aritonang.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden kebakaran tersebut.
A. Yd ®

















