SUMUT 🔷 matanewstv.com
SIMALUNGUN |MATANEWSTV.com – Dalam upaya mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional dan menyongsong visi Indonesia Emas 2045, Polsek Tanah Jawa Polres Simalungun kembali menunjukkan kiprahnya melalui program unggulan “1 Desa, 1 Polisi”. Kali ini, Bhabinkamtibmas Aipda R. Sinurat turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal di wilayah binaannya.
Bertempat di Nagori Bah Joga, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, tepatnya di Huta Marihat Bayu, Aipda R. Sinurat melaksanakan kegiatan pengecekan kondisi lahan jagung seluas 1 hektar yang telah ditanami dan dirawat bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (15/7/2025) sejak pukul 18.00 WIB hingga malam hari, dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan.
Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri untuk Masyarakat dan sejalan dengan delapan program prioritas pemerintah dalam Asta Cita, khususnya dalam bidang ketahanan pangan.
“Ini adalah bentuk nyata implementasi program strategis Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Peran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas menjaga kamtibmas, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan di desa,” ujar Kompol Asmon Bufitra saat dikonfirmasi Selasa malam.
Program ini didukung dengan dasar hukum yang kuat, seperti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, SK Kapolda Sumut Nomor Kep/444/VIII/2024, serta Surat Perintah Kapolri Nomor Sprint/3137/X/KEP/2024 tentang Panitia Gugus Tugas Polri Ketahanan Pangan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Aipda R. Sinurat tak hanya melakukan pengecekan tanaman, tetapi juga aktif berkoordinasi dengan pemilik lahan, Bapak Abdul Rahmat, serta tokoh masyarakat setempat, Bapak Abdul Hamid selaku Gamot I Marihat Bayu.
Sinergi ini penting untuk menjaga kesinambungan dan kualitas perawatan tanaman hingga panen tiba.
“Tanaman jagung saat ini dalam kondisi baik, sudah melalui proses pemupukan sesuai jadwal. Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” lanjut Kompol Asmon.
Pemilihan komoditas jagung sebagai fokus program juga bukan tanpa alasan. Jagung dikenal sebagai tanaman strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, daya adaptasi yang kuat, dan menjadi sumber alternatif karbohidrat nasional.
Lebih dari itu, keterlibatan aktif Aipda R. Sinurat menjadi bukti transformasi peran Polri dalam masyarakat.
Ia hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra petani, pendamping pembangunan, sekaligus simbol harapan menuju kemandirian pangan.
“Sampai saat ini, situasi di lapangan aman dan kondusif. Tidak ada hambatan berarti dalam pelaksanaan program ini,” tegas Kompol Asmon, memastikan dukungan penuh terhadap keamanan pelaksanaan ketahanan pangan.
Komitmen dan sinergi antara kepolisian dan warga seperti yang tercermin di Huta Marihat Bayu menjadi gambaran nyata bagaimana ketahanan pangan bisa dibangun dari akar rumput.
Program “1 Desa 1 Polisi” menjadi langkah strategis dalam membentuk kepolisian modern yang adaptif dan solutif terhadap tantangan pembangunan nasional.
Melalui langkah-langkah kecil namun berdampak besar seperti ini, Polri membuktikan diri sebagai pilar penting dalam membangun Indonesia yang tangguh, sejahtera, dan berdaulat di bidang pangan — menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
(Ilham Lubis)

















