Samosir | matanewstv.com
Polres Samosir menggelar Operasi Keselamatan Toba 2025 dengan mengerahkan 63 personel guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Samosir,
Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025, sejalan dengan agenda Polda Sumatera Utara yang menurunkan total 1.983 personel di seluruh wilayah hukum.
Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mako Polres Samosir pada Senin pagi.
Apel ini turut dihadiri oleh Asisten I Setdakab Samosir Drs. Tunggul Sinaga, M.Si., Pabung Kodim 0210/TU Mayor G. Sebayang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dr. Dina Hutapea, serta perwakilan Satpol PP, BPBD, dan instansi terkait lainnya.
Dalam amanatnya, AKBP Yogie Hardiman menyampaikan pesan Kapolri bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) adalah hak seluruh masyarakat.
Namun, berbagai pelanggaran masih sering terjadi, yang berujung pada kecelakaan akibat kelalaian pengguna jalan.
Mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas guna Terwujudnya Asta Cita di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara”, operasi ini tidak hanya bertujuan menindak pelanggaran, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk lebih disiplin dalam berkendara.
“Operasi ini tidak sekadar penegakan hukum, tetapi juga pendekatan persuasif dan edukatif melalui berbagai media. Personel yang bertugas diminta menerapkan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam) agar pendekatan kepada masyarakat lebih humanis,” ujar AKBP Yogie Hardiman.
Dalam pelaksanaannya, personel akan fokus pada titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan, serta mengawasi berbagai pelanggaran yang kerap menjadi pemicu kecelakaan.
Beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran operasi ini antara lain:
●Menerobos lampu merah
● Melawan arus
● Mengemudi dalam pengaruh alkohol atau narkoba
● Menggunakan ponsel saat berkendara
● Tidak memakai helm SNI
● Kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis (termasuk penggunaan knalpot brong)
● Tidak menggunakan sabuk keselamatan
● Melebihi batas kecepatan
● Berkendara di bawah umur
● TNKB tidak sesuai ketentuan
● Penggunaan rotator yang tidak sesuai peruntukan
● Pengawasan dan Evaluasi
AKBP Yogie Hardiman memastikan bahwa operasi ini diawasi ketat oleh Provos dan dikendalikan oleh Posko Operasi di Mako Polres Samosir.
Tim yang diterjunkan telah dibagi dalam berbagai tugas, mulai dari deteksi dini hingga penegakan hukum, guna memastikan operasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Usai apel, jajaran Polres Samosir bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait melakukan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dalam upaya menciptakan ketertiban lalu lintas.
Diharapkan, Operasi Keselamatan Toba 2025 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di Kabupaten Samosir.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
■Nain
















