Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

Kapolda Aceh: Waktunya Membangun, Disharmoni No

ACEH đź”· matanewstv.com

MATANEWSTV.com | Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menyerukan pentingnya membangun harmoni di tengah masyarakat Aceh demi tercapainya kesejahteraan bersama.

Ia menegaskan bahwa sudah saatnya semua pihak melepaskan isu-isu disharmoni maupun disintegrasi, dan berfokus pada pembangunan daerah.

“Sudah bukan waktunya lagi membahas disharmoni ataupun disintegrasi, sekarang waktunya membangun,” ujar Irjen Marzuki saat memberikan keterangan di Banda Aceh, Sabtu (4/10/2025).

Menurutnya, harmonisasi menjadi kunci dalam menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan di tengah keberagaman masyarakat.

Dengan demikian, kehidupan yang damai, sejahtera, serta penuh saling menghormati dapat terwujud di Aceh.

Kapolda Aceh juga menekankan pentingnya kolaborasi Pentahelix—sebuah model kerja sama yang melibatkan lima unsur utama, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

Sinergi ini dinilainya sangat relevan untuk membangun kesejahteraan Aceh secara berkelanjutan.

“Rasulullah SAW sudah memberi teladan bagaimana membangun Madinah sebagai kota Madani. Itu adalah konsep harmoni yang membangun peradaban mulia. Di Aceh, harmonisasi juga diterapkan oleh Sultan Iskandar Muda pada masa pemerintahannya (1607–1636),” ungkap Irjen Marzuki.

Ia mencontohkan, salah satu simbol harmonisasi pada masa Sultan Iskandar Muda adalah kawasan Peunayong—dulu dikenal sebagai pusat pertemuan dan perdagangan internasional yang aman dan nyaman bagi tamu dari luar negeri.

Dari kawasan itu pula, Kesultanan Aceh menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai bangsa, menjadikan Aceh sebagai negeri yang kaya, kuat, dan berpengaruh.

“Harmonisasi yang diterapkan Sultan membuktikan kejayaan Aceh, bahkan jejaknya masih terasa hingga sekarang,” tambahnya.

Irjen Marzuki menilai, nilai-nilai harmonisasi tersebut sangat relevan diterapkan dalam kehidupan modern. Harmonisasi, kata dia, memiliki arti penting untuk menciptakan persatuan, mengurangi konflik, membangun masyarakat inklusif, sekaligus mendorong efisiensi dalam pembangunan.

“Jika harmoni tercipta, investasi akan masuk, pabrik-pabrik terbangun, ekonomi meningkat, kemiskinan dan pengangguran berkurang,” pungkasnya.

(Nain)

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000
Baca juga   Polsek Pantai Cermin Tangkap Pengedar Narkoba, Satu Orang Diamankan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *