Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

Diduga Terlibat Mafia Sawit, Sosok “Bagus” di Hamparan Perak Disebut Kebal Hukum

SUMUT | matanewstv.com

Deli Serdang | MATANEWSTV.com — Nama Bagus, pria yang disebut-sebut sebagai “gembong” pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat.

Ia dituding sebagai otak di balik maraknya aksi pencurian sawit di kawasan tersebut, yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.

Bagus, warga Blok 2 Dusun 20 Desa Paya Bakung, disebut kerap melakukan aksi pencurian secara terang-terangan dari areal perkebunan milik PTPN IV, tepatnya di wilayah Paya Bakung dan Sei Semayang.

Ia bahkan diduga menggunakan mobil pikap L300 bernomor polisi BK 8946 RF, yang disebut milik seseorang berinisial IW, lengkap dengan surat pengantar (SP) yang juga dikelola oleh IW.

“Sudah seperti kebal hukum. Bebas mencuri, seperti tak tersentuh,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia mengaku kesal karena aksi ilegal itu sudah berlangsung lama tanpa ada penindakan dari aparat penegak hukum.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa hasil curian sawit tersebut kemudian dijual ke sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tersebar di wilayah Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.

Praktik ini pun dinilai warga sebagai bentuk pencurian terorganisir yang berlangsung sistematis dan diduga berada di bawah pembiaran pihak-pihak terkait, termasuk oknum dalam tubuh keamanan kebun Tandem Grup.

Lebih mencengangkan, ketika dikonfirmasi awak media pada Kamis malam, 24 Juli 2025, sekitar pukul 19.00 WIB, Bagus tidak menampik keterlibatannya dalam aksi pencurian. Bahkan, dengan nada angkuh, ia menyebut bahwa semua telah “diatur”.

“Mainan sawit ini sudah kita atur. Dari PTPN IV sampai aparat juga sudah tahu,” kata Bagus secara gamblang.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari warga, yang menilai ada keterlibatan oknum papam (pengamanan perkebunan), securiti internal, hingga aparat penegak hukum (APH) dalam membiarkan kejahatan tersebut terus berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PTPN IV maupun dari institusi kepolisian setempat terkait dugaan pembiaran maupun dugaan keterlibatan oknum yang disebut-sebut Bagus.

Fenomena ini kian memperkuat dugaan adanya jaringan mafia sawit di Sumatera Utara yang bekerja secara sistematis dan terorganisir.

Warga, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama mendesak aparat penegak hukum Khususnya Kapolres Pelabuhan Belawan untuk segera mengambil langkah tegas dan transparan dalam mengusut tuntas kasus ini, demi menegakkan supremasi hukum dan menjaga kepercayaan publik.  (Team)

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000
Baca juga   KJM-B Jalin Kerjasama Positif dengan PT. PHG Belawan, Siap Dukung Pemberitaan Kegiatan Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *