IMG-20260629-WA0278

MIFA Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, TGD Prabu: Beramal Tanpa Ilmu Adalah Kesesatan

DELI SERDANG || MATANEWSTV.com — Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Surau MIFA, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Senin (24/8/2026) malam.

Peringatan Maulid mengangkat tema “Menguak Hakikat Sejati Diri Nabi Besar Muhammad SAW”. Kegiatan diisi tausiah keagamaan, lantunan ayat suci Alquran serta marhaban.

Tuan Guru Deli (TGD) Prabu Kresna Erde, S.Sos., dalam tausiahnya menekankan pentingnya ilmu dalam menjalankan amal ibadah. Menurutnya, beramal tanpa didasari ilmu dapat membawa seseorang pada kesesatan.

Beramal tanpa ilmu adalah kesesatan yang amat sangat,ujar TGD Prabu.

Ia menjelaskan, Maulid Nabi merupakan momentum untuk memahami lebih dalam perjalanan dan hakikat Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar memperingati kelahirannya.

Dalam tausiahnya, TGD Prabu menyampaikan pandangan mengenai tiga fase zahir Nabi Muhammad SAW. Fase pertama, menurut dia, berada pada keadaan ketika belum ada konsep waktu dan tempat serta belum ada satu pun makhluk.

“Hanya zat yang Maha Suci yang ada pada saat itu. Di tengah kehampaan yang melingkupi segala ruang dan waktu, tempat ini adalah wilaya” katanya.

Selanjutnya, fase kedua disebutnya sebagai kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui Siti Aminah yang kemudian disertai berbagai peristiwa sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Dan zahir yang ketiga adalah munculnya Alquran, hadis dan sunnah,” pungkasnya.

Sementara itu, Tuan Imam Hanafi, putra almarhum Tuan Guru KH Ali Mas’ud yang dikenal mengembangkan Ilmu Fardhu Ain di Sumatera Utara, mengajak jamaah meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta memperbanyak salawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Hanafi mengatakan, tema yang diangkat dalam peringatan Maulid tersebut diharapkan menjadi momentum bagi jamaah untuk lebih mengenal Nabi Muhammad SAW secara utuh.

Bukan hanya sekadar tahu, bukan juga hanya sekadar mengenalinya. Tetapi juga dapat mencintai dan mengikuti jalan-jalannya,” ujarnya.

Menurut Hanafi, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia dan membebaskan umat dari kebodohan sebagaimana kondisi masyarakat pada masa jahiliyah.

Jangan kita mengatakan kita beriman sebelum kita mengenal Nabi Muhammad,katanya.

Hanafi juga menyampaikan apresiasi atas undangan TGD Prabu Kresna untuk menghadiri kegiatan tersebut. Ia berharap silaturahmi dan persaudaraan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui kegiatan keagamaan.

Semoga persaudaraan kita semakin kuat dan terus bersama-sama kita dapat menyebarkan agama Allah di muka bumi ini. Kami berharap dan berdoa agar kiranya MIFA ini terus berkembang,ucapnya.

Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA) Sudirman. Rangkaian acara juga diisi lantunan ayat suci Alquran oleh Al-Fatih Muhammad Erde serta marhaban yang dipimpin Hj. Safarida Silalahi.

Ketua Panitia, Alustadz Alhafiz Husni, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil sehingga kegiatan dapat terlaksana.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kecintaan jamaah kepada Rasulullah SAW dan mendorong peningkatan akhlak serta kualitas ibadah.

Semoga peringatan Maulid ini dapat membawa kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah SAW, menjadikan kita umat yang lebih baik dalam akhlak dan dalam ibadah,” tandasnya.

(A.Yd)

IMG-20260814-WA0199IMG-20260810-WA0076
Baca juga   Pemuda Pancasila Desa Selemak dan Klumpang Kampung Gelar Rapat Pemilihan Pengurus Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *