Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

PT PMT Perkenalkan Terminal Booking System, Atasi Kemacetan Logistik di Pelabuhan Belawan

Medan Belawan  | MATANEWSTV.com — Upaya mengurai kepadatan arus truk di kawasan Pelabuhan Belawan memasuki babak baru.

PT Prima Multi Terminal (PT PMT) bersama Pelindo Regional 1 dan PT Belawan New Container Terminal (BNCT) resmi mensosialisasikan penerapan Terminal Booking System (TBS) kepada seluruh pemangku kepentingan. Sosialisasi berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (3–4/12), di Kantor Grha Pelindo Belawan.

Langkah ini menjadi bagian penting menjelang implementasi penuh TBS yang dijadwalkan dimulai pada minggu kedua Desember 2025.

Sistem ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Pencegahan Korupsi, sekaligus terobosan untuk meningkatkan ketertiban arus logistik dan efektivitas operasional di kawasan pelabuhan.

Atasi Penumpukan Truk yang Sudah Bertahun-tahun Terjadi

Permasalahan antrean panjang truk saat memasuki terminal kerap menjadi keluhan utama, terutama pada jam sibuk bongkar muat.

Melalui sistem reservasi waktu kedatangan, TBS dinilai mampu menata arus kendaraan secara lebih terukur serta mengurangi potensi kemacetan yang selama ini sulit diprediksi.

Kepala Bidang Lalu Lintas KSOP Utama Belawan, Didi Supriyadi, menegaskan bahwa penerapan TBS merupakan kebutuhan mendesak.

“Di Pelabuhan Belawan terdapat dua pengelola terminal, yaitu PT PMT dan PT BNCT. Dengan sistem ini, kami berharap kemacetan di area masuk dan keluar terminal dapat ditekan secara signifikan,” ujar Didi saat membuka sosialisasi.

Ia menjelaskan bahwa TBS bukanlah sistem baru sepenuhnya, melainkan fitur tambahan dalam sistem Parama yang sudah digunakan sebelumnya.

Karena itu, pengguna jasa seperti EMKL dan operator transportasi hanya perlu menyesuaikan penginputan jadwal melalui slot waktu yang telah ditentukan.

Selaras dengan Transformasi Pelindo

Operation Division Head Pelindo Regional 1, Abu Bakar Siddiq, menyebutkan bahwa TBS telah diterapkan di sejumlah terminal Pelindo di Indonesia. Kini, Pelabuhan Belawan turut menyelaraskan langkah transformasi tersebut.

“TBS bertujuan mengurai kemacetan, menekan konsumsi BBM, memperlancar distribusi logistik, serta meningkatkan keselamatan. Kami berharap dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan,” kata Abu.

Menurutnya, sistem ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi layanan dan meminimalkan potensi praktik menyimpang di pelabuhan.

PT PMT Siapkan Pendampingan Selama Masa Transisi

Direktur Operasi dan Teknik PT PMT, Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai saluran informasi untuk memastikan pengguna jasa dapat beradaptasi dengan baik.

“Kami akan memasang spanduk informasi, memperbarui kanal komunikasi di grup WhatsApp, mengoptimalkan layanan customer care, serta bekerja sama dengan PT ILCS agar pelaksanaan sistem berjalan lancar,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (6/12).

Dengan diterapkannya TBS, terminal akan mengoptimalkan kegiatan receiving dan delivery selama 24 jam. Pengguna jasa dapat memilih slot waktu sesuai kapasitas terminal saat melakukan pendaftaran kontainer, sehingga arus truk lebih terkendali dan data kedatangan tercatat secara lebih akurat.

Mulai Berlaku Serentak Pertengahan Desember

Seluruh pengelola terminal di Pelabuhan Belawan dijadwalkan menerapkan TBS secara serentak pada minggu kedua Desember 2025.

Pelindo berharap penerapan ini menjadi titik awal pembenahan menyeluruh terhadap sistem layanan logistik sekaligus meningkatkan daya saing Pelabuhan Belawan sebagai gerbang logistik utama di kawasan barat Indonesia.

(FS)

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000
Baca juga   Pelindo Regional 1 Gelar FGD Kesiapan Pelabuhan Kuala Tanjung, Dorong Pertumbuhan Industri di KEK Sei Mangkei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *