Samosir | matanewstv.com
Menjelang musim liburan Lebaran 2025, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara bersama instansi terkait melakukan pengecekan kesiapan jalur lalu lintas di sejumlah objek wisata di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus wisatawan di destinasi populer seperti Bukit Sibea-bea, Bukit Holbung, Menara Pandang Tele, dan Air Terjun Efrata.
Kegiatan ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Beberapa titik jalan yang menjadi fokus pengecekan antara lain Jalan Tele yang memiliki turunan dan tikungan tajam, Jalan Menara Pandang Tele sebagai akses utama ke lokasi wisata, Jalan Simpang Air Terjun Efrata yang sering ramai pengunjung, serta Jalan Simpang Gotting sebagai jalur penghubung utama.
Hasil Evaluasi dan Rekomendasi Perbaikan
Dalam pengecekan ini, Ditlantas Polda Sumut bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Sumut, Dinas Pariwisata Sumut, Dinas PUTR Sumut, Dishub Kabupaten Samosir, serta Polres Samosir.
Hadir pula sejumlah pejabat terkait, di antaranya AKP J. Silalahi dan AKP Bakrie dari Ditlantas Polda Sumut, Menson Tarigan dan Ade dari Dinas Perhubungan Sumut, serta Camat Harian Hartopo Manik.
Berdasarkan hasil survei, sejumlah permasalahan teridentifikasi, di antaranya kapasitas parkir yang terbatas, kemacetan di beberapa titik, serta perlunya penataan pedagang dan fasilitas pendukung lainnya. Berikut beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh masing-masing pihak:
Dinas Perhubungan Sumut menegaskan bahwa pedagang tidak diperbolehkan berjualan di simpang jalur alternatif Sosor Dolok karena berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Selain itu, penguatan personel dan penerapan tarif parkir progresif juga disarankan.
Ditlantas Polda Sumut merekomendasikan pemanfaatan satu ruas jalan sebagai area parkir tambahan di sekitar Menara Pandang Tele, serta pemasangan rambu larangan parkir dan penambahan area parkir khusus motor di belakang menara.
Dinas PUTR Sumut mengusulkan sistem penjualan tiket wisata secara online untuk mengurangi antrean wisatawan di lokasi.
Camat Harian melaporkan adanya empat titik rawan macet, yaitu Bukit Sibea-bea, Air Terjun Efrata, Bukit Holbung, dan Menara Pandang Tele.
Oleh karena itu, tim monitoring akan dibentuk untuk membantu kepolisian dalam mengurai kemacetan.
Dishub Kabupaten Samosir akan berkoordinasi untuk menertibkan petugas parkir dan memindahkan pedagang dari jalur alternatif Sosor Dolok. Selain itu, penambahan toilet di Menara Pandang Tele juga menjadi perhatian utama.
Satlantas Polres Samosir mengusulkan pengadaan mobil derek guna mengantisipasi kendaraan wisatawan yang mogok di jalur menanjak.
Pengelola Menara Pandang Tele mengakui sering kewalahan menghadapi lonjakan wisatawan saat libur panjang dan menyatakan komitmen untuk menerapkan saran yang telah diberikan.
Humas Polres Samosir akan rutin memberikan informasi terkait kondisi lalu lintas dan objek wisata melalui media sosial, pemberitaan online, serta publikasi melalui spanduk dan flyer.
Meningkatkan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya Ditlantas Polda Sumut dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Samosir.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanan yang aman dan lancar selama liburan.
Kawasan wisata di Samosir, khususnya Kecamatan Harian, terus menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Oleh karena itu, sinergi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan pengelola wisata sangat penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.
🔺Nain

















