IMG-20260629-WA0278

QRT Kodaeral I Ungkap Pencurian Kabel Reefer di Dermaga BNCT Belawan

BELAWAN, MATANEWSTV.comTim Quick Response Team (QRT) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I bersama tim pengamanan Belawan New Container Terminal (BNCT) mengungkap kasus pencurian delapan unit kabel reefer milik kapal kargo MV Wan Hai 101 yang sedang bersandar di Dermaga B BNCT Belawan, Sumatera Utara.

Pencurian tersebut diketahui sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (8/9/2026). Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan petugas jaga kapal atau waker untuk menjalankan aksinya.

Modus yang digunakan diduga dengan mendekati lambung kapal dari arah laut menggunakan perahu motor. Cara tersebut diduga dipilih untuk menghindari pengawasan dan patroli dari sisi darat.

Hasil penyelidikan mengarah kepada tiga orang yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut. Mereka masing-masing berinisial B (36), I (29), dan M (36), yang diketahui berasal dari kawasan Kampung Nelayan Seberang.

Ketiganya hingga kini masih dalam pencarian dan proses penindakan lebih lanjut.

Dalam pengembangan kasus, petugas juga mengamankan barang bukti berupa kabel berbahan tembaga yang telah dipotong dan dibakar dari seorang penadah berinisial W.

Sementara itu, pihak agen PT BBN telah mengganti seluruh material kabel yang hilang. Dengan demikian, kondisi kapal maupun aktivitas operasional di terminal tetap berjalan aman dan terkendali.

Komandan Kodaeral I menegaskan, pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan aktivitas pelayaran serta fasilitas pelabuhan di wilayah kerja Kodaeral I, khususnya kawasan perairan Belawan.

Sebagai langkah pencegahan, Kodaeral I akan memperkuat patroli sisi laut atau sea patrol di sepanjang alur pelayaran Belawan, terutama pada waktu-waktu yang dinilai rawan.

Kodaeral I juga akan berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan serta pemangku kepentingan terkait untuk mengevaluasi penerapan dan kepatuhan terhadap International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.

Baca juga   BNCT Capai 1 Juta Jam Kerja Tanpa Cedera, Tegaskan Komitmen pada Keselamatan

Penguatan pengamanan tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kembali tindak pidana di kawasan pelabuhan dan perairan Belawan. Selain menjaga kelancaran aktivitas logistik, langkah ini juga diarahkan untuk mempertahankan kepercayaan terhadap keamanan pelayaran di wilayah Selat Malaka.

Kodaeral I menyatakan upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pencegahan munculnya catatan negatif dalam pemantauan keamanan pelayaran internasional, termasuk oleh ReCAAP Information Sharing Centre (ISC) dan International Maritime Bureau (IMB).

(Dispen Kodaeral I)

🔻AH

IMG-20260814-WA0199IMG-20260810-WA0076

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *