Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

Polda Sumut Gelar Upacara HUT Bhayangkara ke-79, Kapolda: “Polri untuk Masyarakat” Bukan Sekadar Slogan

matanewstv.com

Medan —  MATANEWSTV.com — Dalam nuansa penuh khidmat dan semangat pengabdian yang terus tumbuh, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan KS Tubun, Mapolda Sumut, Selasa (1/7/2025).

Mengusung tema nasional “Polri untuk Masyarakat”, upacara ini menjadi refleksi mendalam atas perjalanan panjang institusi Polri yang kini memasuki usia ke-79.

Tema tersebut tak hanya menjadi slogan, tetapi penegasan komitmen Polri untuk terus hadir sebagai pelayan dan pelindung masyarakat.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., memimpin langsung jalannya upacara. Sejumlah tokoh penting hadir sebagai bentuk sinergi dan dukungan lintas elemen, mulai dari Gubernur Sumatera Utara dan Forkopimda, Pangdam I/Bukit Barisan, Ketua DPRD Sumut, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, akademisi, hingga perwakilan konsulat asing di Sumut.

Dalam amanatnya, Irjen Whisnu menyampaikan tiga pesan utama yang menggugah. Pertama, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat atas dukungan yang menjaga kondusifitas wilayah Sumatera Utara.

“Dukungan semua pihak menjadi kekuatan utama Polri dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” ungkapnya.

Pesan kedua adalah pernyataan tulus permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih ada perilaku anggota Polri yang belum mencerminkan nilai-nilai humanis.

“Kami tidak sempurna. Jika masih ada anggota kami yang bersikap kurang baik, saya atas nama pimpinan Polri menyampaikan permohonan maaf. Kami terus berbenah, mulai dari tingkat Polda hingga ke Polsek,” tegas Irjen Whisnu.

Pesan terakhir disampaikan dengan cara yang unik dan menyentuh. Kapolda mengaitkan makna tema “Polri untuk Masyarakat” dengan pengalamannya di pagi hari saat kamar mandi rumahnya tergenang karena saluran air tersumbat oleh rambut.

“Rambut itu kecil, tapi jika banyak dan menumpuk, bisa menyumbat aliran air. Ini menjadi pelajaran bahwa hal-hal kecil jika dilakukan terus-menerus dan bersama-sama bisa membawa dampak besar. Begitu juga dengan Polri—jika setiap anggota melakukan hal benar secara konsisten, hasilnya akan luar biasa bagi masyarakat,” ujarnya.

Irjen Whisnu juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam bertindak, mengingat usia Polri yang kian matang. Ia mengimbau seluruh personel untuk mengedepankan sikap santun dan empati dalam pelayanan.

“Polri sudah berusia 79 tahun. Sudah saatnya kita lebih bijaksana, jangan mudah emosi. Kalau ada masyarakat keliru, cukup ditegur dengan sopan,” pesannya.

Upacara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah Polri, tetapi juga momentum introspeksi diri bagi seluruh jajaran Polda Sumut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Tema “Polri untuk Masyarakat” menjadi panggilan moral agar Polri senantiasa hadir sebagai pengayom sejati, dengan hati dan tindakan yang berpihak kepada rakyat.

(A.Yudi)

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000
Baca juga   Ketua Bawaslu Sumut Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu Serentak 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *