matanewstv.com
Percut Sei Tuan |MATANEWSTV.com – Pembangunan perumahan mewah Citra Land dan Jewel Garden di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menuai sorotan tajam dari warga.
Puluhan rumah penduduk di sekitar kawasan tersebut dilanda banjir yang cukup parah pada Rabu (9/7/2025), diduga kuat akibat terganggunya sistem resapan air alami pasca pembangunan.
Air berwarna kecoklatan tampak menggenangi halaman rumah hingga sebagian jalan utama di kawasan Desa Sampali. Kondisi ini memicu keresahan warga yang sebelumnya tak pernah mengalami banjir separah ini.
“Belum pernah disini terjadi banjir sedalam ini, Pak,” ungkap Ponirah (57), warga Jalan Kemuning yang rumahnya ikut terdampak.
Ia mengaku selama puluhan tahun tinggal di wilayah itu, baru kali ini air masuk ke dalam rumah dan menggenangi jalanan secara meluas.
Banjir dilaporkan mulai terjadi sejak Selasa (8/7/2025) sore dan terus meluas hingga ke pemukiman padat penduduk.
Sejumlah warga menyebut pembangunan proyek properti skala besar seperti Citra Land dan Jewel Garden telah menghilangkan lahan-lahan resapan air yang selama ini menjadi penyangga lingkungan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang perumahan Citra Land maupun Jewel Garden belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak banjir yang melanda pemukiman warga.
Beberapa perwakilan warga mengaku telah mencoba menghubungi pihak pengembang, namun belum mendapatkan respons.
Kondisi ini memantik kekhawatiran akan potensi bencana lingkungan yang lebih besar ke depan, terlebih jika pengelolaan dampak pembangunan tidak dilakukan secara serius dan bertanggung jawab.
Warga berharap pemerintah daerah serta dinas terkait segera turun tangan meninjau lokasi dan memanggil pihak pengembang untuk memberikan penjelasan serta solusi konkret.
“Kami bukan menolak pembangunan, tapi jangan sampai kenyamanan dan keselamatan warga dikorbankan,” tegas salah seorang tokoh masyarakat Desa Sampali.
Bencana banjir ini menjadi sinyal peringatan akan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek-proyek pembangunan, agar tidak hanya mengedepankan aspek komersial semata, melainkan juga memperhatikan keseimbangan lingkungan dan hak-hak masyarakat sekitar. (FS)

















