IMG-20260629-WA0278

Warga Binaan Pamer Karya dan Kreativitas Terbaik di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest)

Indonesia --- Jakarta

matanewstv.com

Jakarta – Lapangan Banteng, Jakarta, menjadi saksi semaraknya karya dan kreativitas para Warga Binaan Pemasyarakatan dari seluruh Indonesia dalam ajang Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025.

Acara yang digelar pada 21–24 April 2025 ini menampilkan ragam pertunjukan seni, fesyen, kuliner, hingga bazar produk hasil karya para narapidana dari berbagai Lapas dan Rutan.

Mengusung tema ‘Creation Beyond the Bars’, IPPAFest menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61 yang jatuh pada 27 April 2025.

Tak hanya sekadar festival, IPPAFest menjadi panggung harapan dan kemanusiaan bagi para Warga Binaan untuk menampilkan potensi dan kreativitas mereka di hadapan publik.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, menyebut kegiatan ini sebagai bukti bahwa kreativitas tak bisa dipenjara.

Tema IPPAFest ini sebuah pernyataan kuat bahwa harapan selalu menemukan jalan, apapun penghalangnya,” ujar Agus saat membuka IPPAFest, Senin (21/4).

Lebih dari sekadar perayaan, menurut Agus, IPPAFest adalah refleksi atas perjalanan panjang dalam membina Warga Binaan agar kembali menjadi pribadi yang produktif dan berdaya saing saat kembali ke masyarakat.

“Kita ingin mereka pulang sebagai manusia utuh, siap hidup bermakna, dan berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya IPPAFest 2025.

Ia menyebut kegiatan ini mencerminkan perubahan mindset terhadap narapidana yang kini dipandang sebagai bagian dari potensi bangsa.

“Ini menunjukkan sense of care dan transisi cara pandang terhadap saudara-saudara kita di Pemasyarakatan,” ujarnya.

Sejumlah penampilan menarik mewarnai IPPAFest, mulai dari kolaborasi band Warga Binaan bersama musisi nasional seperti Zivilia Band, Virgoun, dan Tagor Pangaribuan, hingga pertunjukan seni tradisi, fashion show, rampak beduk, fire dance, stand-up comedy, hingga reog.

Yang tak kalah menarik, di hari pembukaan digelar lelang karya seni Warga Binaan, mulai dari lukisan hingga kain batik.

Dua lukisan bahkan terjual hingga Rp 40 juta, dengan total nilai lelang mencapai ratusan juta rupiah.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menjelaskan IPPAFest bukan sekadar festival seni, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi kreatif dari balik jeruji.

“Ini media promosi hasil karya seni Warga Binaan kepada masyarakat, sekaligus membangun kebanggaan terhadap produk mereka,” kata Mashudi.

Selama tiga hari, pengunjung bisa menikmati beragam hiburan, belanja produk hasil karya para narapidana di 33 stand Kantor Wilayah Ditjenpas se-Indonesia, hingga berburu barang unik di bazar UMKM dan berbagai games berhadiah menarik.

IPPAFest 2025 juga menjadi ajang peluncuran Galeri Pemasyarakatan di lounge Imigrasi dan penetapan Hari Cinta Produk Warga Binaan, sebagai bentuk dukungan optimal terhadap hasil karya narapidana yang terbukti mampu bersaing di pasar.

Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Menteri Imipas, Ketua Komisi XIII DPR RI, Menteri UMKM, Menteri Ekonomi Kreatif, perwakilan Pemprov DKI Jakarta, Duta Besar negara sahabat, serta mitra kerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Festival ini menjadi bukti bahwa dari balik jeruji, harapan, karya, dan masa depan cerah tetap bisa tumbuh.

 

® (Ali Doar Nst SP.d/matanewstv)

IMG-20260814-WA0199 IMG-20260810-WA0076
Baca juga   Patroli Presisi Malam Idul Adha, Sat Samapta Polres Batu Bara Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *