Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-202653-0000 IMG-20260320-WA0015

Pelindo Multi Terminal Belawan Pacu Operasional, Dukung Ekspor CPO dan Produk Turunan

Medan  |  matanewstv.com

PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di sektor terminal non-petikemas, terus mengoptimalkan operasional terminalnya di Pelabuhan Belawan.

Upaya ini bertujuan untuk mendukung sektor logistik komoditas unggulan Sumatera Utara, khususnya minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya.

Branch Manager SPMT Belawan, Khoiruddin Lubis, mengungkapkan Pelabuhan Belawan memiliki empat terminal utama dengan peran strategis dalam mendukung perdagangan domestik dan ekspor.

Pertama, Terminal Curah Cair mendominasi aktivitas CPO dan produk turunannya dengan kapasitas hingga 6 juta ton per tahun. Kedua, Terminal Food and Feed yang menangani kargo curah kering dengan kapasitas mencapai 1 juta ton per tahun,” ujar Khoiruddin.

Selain itu, Terminal Curah Kering digunakan untuk bongkar muat bungkil (Palm Kernel Expeller/PKE) dengan peralatan mekanis penuh dan kapasitas 800 ribu ton per tahun.

Terminal lainnya melayani bongkar muat batubara, batu split, pasir, dan tanah liat dengan kapasitas produksi tahunan 700–800 ribu ton.

Khoiruddin menegaskan, pengembangan terminal di Belawan sejalan dengan potensi besar industri kelapa sawit di Sumatera Utara.

Pelabuhan ini telah menjadi salah satu pintu utama ekspor CPO dan produk turunannya, dengan volume ekspor mencapai 3,5–4 juta ton per tahun ke China dan Jepang.

Tak hanya CPO, ekspor bungkil mencapai 700–800 ribu ton, serta ekspor cangkang sawit ke Jepang sekitar 300 ribu ton per tahun.

Di pasar domestik, SPMT Belawan juga melayani distribusi pupuk curah sekitar 600–700 ribu ton per tahun untuk mendukung sektor perkebunan.

SPMT Belawan terus meningkatkan efisiensi operasional melalui program transformasi berbasis enam pilar utama, yaitu HSSE, penguatan SDM, modernisasi fasilitas dan peralatan, implementasi sistem IT, standardisasi layanan bongkar muat, serta evaluasi dan peningkatan kontrol operasional.

Kami telah menerapkan sistem digitalisasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan. Dengan modernisasi peralatan dan sistem IT, kami memastikan kendala operasional dapat diminimalkan dan standar layanan terus meningkat,tambah Khoiruddin.

Ke depan, SPMT Belawan berencana memperkuat kapasitas terminal multipurpose, termasuk pengembangan infrastruktur untuk mendukung peningkatan volume ekspor CPO dan produk turunannya.

Selain itu, akan ada peningkatan kapasitas fasilitas penyimpanan (storage) dan mekanisasi terminal curah kering guna mempercepat proses bongkar muat.

Kami berharap SPMT Belawan menjadi penyedia layanan terminal multipurpose yang lebih modern, efisien, dan kompetitif di tingkat global,tutup Khoiruddin.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Provinsi Sumatera Utara, Surianto, memberikan apresiasi terhadap SPMT Belawan yang tetap menjaga kearifan dunia usaha lokal dalam aktivitas kepelabuhanan.

🔶Arianto

 

 

IMG-20260316-WA0061 Hijau-Putih-Minimalis-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Kiriman-Instagr-20260305-153802-0000
Baca juga   PMT Gandeng Penang Port Malaysia, Perkuat Jalur Pengapalan Internasional dari Pelabuhan Kuala Tanjung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *