LABUHAN DELI | MATANEWSTV.com — Misteri raibnya 79 tabung gas LPG 3 kilogram milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tujera, Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, hingga kini tak berujung kejelasan.
Aset bersubsidi yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu itu dilaporkan hilang sejak sekitar tiga tahun lalu, namun belum pernah diungkap secara tuntas ke publik.
Yang membuat perkara ini janggal, puluhan tabung gas tersebut disebut-sebut hilang dari dalam kantor Desa Telaga Tujuh. Hingga kini, tidak ada penjelasan resmi mengenai waktu kejadian, mekanisme kehilangan, maupun pihak yang bertanggung jawab atas lenyapnya aset publik tersebut.
Kasus ini kembali mencuat setelah nama Misno, mantan Ketua BUMDes Tujera (Telaga Tujuh Sejahtera), disebut sebagai figur kunci yang berpotensi membuka tabir persoalan. Misno, yang saat ini mendekam di Rumah Tahanan Kelas I Labuhan Deli dalam perkara lain, dikabarkan siap angkat bicara mengenai pengelolaan BUMDes, termasuk dugaan penyimpangan aset tabung gas LPG bersubsidi.
Sumber yang mengetahui persoalan ini menyebutkan, Misno mengaku berada dalam tekanan dan enggan menanggung beban sendiri jika persoalan BUMDes Tujera bergulir ke ranah hukum.
Ia disebut siap membeberkan fakta-fakta terkait hilangnya puluhan tabung gas yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan energi warga miskin di desa tersebut.
Isu ini sejatinya bukan hal baru. Sebelumnya, Husni, mantan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Telaga Tujuh, juga pernah menyinggung persoalan yang sama.
Husni bahkan membuat pernyataan tertulis bermaterai Rp10.000 di hadapan tokoh masyarakat, yang menyebut Kepala Desa Telaga Tujuh berinisial SUN diduga mengambil uang BUMDes Tujera sebesar Rp15 juta.
Namun, hingga kini tudingan tersebut tak pernah diklarifikasi secara terbuka. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada Kepala Desa Telaga Tujuh SUN juga belum membuahkan hasil.
Meski sempat merespons, SUN memilih bungkam dan enggan memberikan penjelasan terkait dugaan pengambilan uang BUMDes maupun hilangnya 79 tabung gas LPG tersebut.
Minimnya transparansi pengelolaan BUMDes dan sikap tertutup aparatur desa memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Hilangnya aset negara yang diperuntukkan bagi warga miskin, ditambah dugaan penyalahgunaan dana, berpotensi menyeret banyak pihak jika aparat penegak hukum turun tangan.
Publik kini menanti, apakah pengakuan Misno akan membuka jalan bagi penegakan hukum, atau justru misteri 79 tabung gas LPG milik BUMDes Tujera kembali menguap tanpa pertanggungjawaban.
Hingga menjelang tengah malam, konfirmasi lanjutan wartawan terkait hilangnya tabung gas LPG 3 kilogram tersebut belum dijawab oleh Kepala Desa Telaga Tujuh.
🔶 Red


















