JAWA BARAT | matanewstv.com
BEKASI | MATANEWSTV.com – Kunjungan sejumlah wartawan dan anggota Lembaga Investigasi Negara (LIN) ke SMPN 03 Tambun Selatan, Senin pagi (14/07/2025), berujung ricuh.
Kepala Sekolah Kusrini Rahayu diduga sengaja menghindari konfirmasi wartawan terkait dugaan permainan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah tersebut.
Insiden bermula saat tim wartawan dari media online dan cetak, bersama perwakilan LIN, mendatangi SMPN 03 Tambun Selatan untuk mengkonfirmasi informasi yang diperoleh dari masyarakat mengenai dugaan praktik tidak sehat dalam penerimaan siswa baru.
Menurut Rentadiarina Simanjuntak, wartawati dari Jerat Hukum News, pihaknya sudah menunggu selama lebih dari satu jam di pos satpam usai mengetahui Kepala Sekolah sedang berada dalam rapat.
Namun, alih-alih mendapat jawaban, mereka justru dikecewakan.
“Setelah menunggu lama, kami kembali ke ruangan rapat, tapi Kepala Sekolah sudah tidak ada. Kami menduga beliau sengaja menghindar,” ungkap Rentadiarina.
Situasi semakin memanas ketika guru-guru yang dimintai keterangan justru memberikan jawaban tidak jelas dan saling melempar tanggung jawab.
Rentadiarina menyebut para guru bersikap seperti “bermain ping-pong” dan terkesan menghindari komunikasi terbuka.
Lebih parahnya lagi, pihak sekolah diduga secara sepihak mengusir tim wartawan, anggota lembaga, dan bahkan dua orang tua murid dari area sekolah.
“Kami dipaksa keluar tanpa alasan yang jelas. Pintu kayu dan pintu besi ditutup dan dikunci. Ini sangat tidak mencerminkan sikap pendidik,” ucap Rentadiarina dengan nada kesal.
Bentrokan verbal sempat terjadi saat seorang guru perempuan menutup pintu dengan sikap ketus.
Salah satu orang tua murid yang turut hadir mempertanyakan tindakan tersebut, namun tidak mendapat respons, sehingga sempat terjadi adu mulut antara guru dan pengunjung.
Anggota LIN yang turut dalam rombongan menilai sikap para guru sangat tidak etis.
“Kami sangat menyesalkan tindakan ini. Bukannya memberikan klarifikasi, mereka justru menutup akses informasi. Ini memperkuat dugaan adanya permainan dalam PPDB,” kata salah satu anggota LIN yang enggan disebutkan namanya.
Sikap tertutup dan tidak profesional ini mencoreng citra dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Bekasi. Diketahui, guru sejatinya adalah teladan bagi murid, baik dalam perilaku maupun dalam menyampaikan ilmu.
Seorang guru seharusnya mampu berkomunikasi secara terbuka, jelas, dan penuh tanggung jawab, bukan malah menutup diri dari pertanyaan publik.
Pihak media dan lembaga menyatakan akan melanjutkan investigasi dan mempertimbangkan langkah hukum apabila dugaan penyimpangan dalam PPDB benar terbukti.
Catatan Redaksi:
Konfirmasi lebih lanjut akan terus diupayakan ke pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terkait transparansi proses PPDB di SMPN 03 Tambun Selatan.
(Kontributor: A.S./Tim)

















