Langkat | matanewstv.com
Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, M.Si, memimpin rapat koordinasi strategis yang membahas percepatan swasembada jagung di Kabupaten Langkat.
Acara ini berlangsung di Aula Bharadaksa Polres Langkat, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari perkebunan BUMN, perusahaan swasta, dan jajaran Polres Langkat.
Dalam rapat tersebut, Kapolres menegaskan pentingnya penerapan pola tumpang sari sebagai solusi untuk memanfaatkan lahan tidak produktif, seperti lahan replanting dan lahan kosong.
Pola ini melibatkan penanaman jagung di antara tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan kelapa, guna meningkatkan efisiensi lahan.
“Dengan memanfaatkan lahan-lahan yang ada, kita tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional tetapi juga memberikan nilai ekonomi lebih bagi masyarakat dan perusahaan pengelola,” ujar Kapolres Langkat.
Program ini direncanakan melibatkan berbagai pihak, seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN), perusahaan swasta, dan petani perseorangan.
Bibit, pupuk, serta peralatan akan disediakan oleh pemilik lahan, sementara Polri akan mengawal agar hasil panen jagung dapat dijual ke Bulog dengan harga sesuai pasar.
Sebagai langkah awal, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara para pemangku kepentingan dijadwalkan berlangsung pada Januari 2025.
Rencana implementasi program ini akan dimulai pada awal tahun 2025, dengan harapan panen perdana menjadi bukti keberhasilan pola tumpang sari.
Kapolres juga memastikan bahwa lahan yang digunakan tidak termasuk kawasan hutan lindung, lahan eksisting jagung, atau lahan yang telah dialokasikan untuk penanaman padi gogo.
Program percepatan swasembada jagung ini, menurut Kapolres, tidak hanya berdampak pada sektor pertanian tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi lokal.
“Kami berkomitmen memastikan kegiatan ini berjalan lancar, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi semua pihak,” tegas Kapolres.
Langkah nyata ini menjadi bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan ketahanan pangan nasional.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres Langkat Kompol Henman Limbong, S.P., S.I.K., Kabag SDM Kompol M. Hasan, SH, MH, Kasat Reskrim AKP Dedi Mirza, SIK., MM, serta para kapolsek jajaran Polres Langkat.
Sinergi antara Polri, pemerintah, dan pelaku usaha diharapkan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat Langkat.
Implementasi pola tumpang sari ini menjadi langkah konkret menuju pertanian berkelanjutan, sekaligus mendorong Langkat sebagai daerah yang berkontribusi signifikan terhadap swasembada jagung di Indonesia.
Dengan pijakan awal yang kokoh, Kabupaten Langkat siap menjadi bagian dari solusi nasional untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
(Nain)

















