DELI SERDANG, MATANEWSTV.COM — Puluhan warga Dusun IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, mendatangi Kantor Kepala Desa Helvetia, Senin, 14 September 2026. Mereka memprotes terbitnya surat keterangan tanah yang disebut warga dikeluarkan dan ditandatangani Kepala Desa Helvetia untuk objek tanah yang sama.
Kedatangan warga berlangsung panas. Kekecewaan memuncak setelah warga mendapati kepala desa disebut tidak berada di kantor. Sebagian warga kemudian membakar ban bekas di depan kantor desa sebagai bentuk protes.
Warga mengaku telah mendatangi kantor desa pada Jumat, 11 September 2026, untuk meminta penjelasan mengenai persoalan surat tanah tersebut. Namun, menurut pengakuan warga, saat itu mereka mendapat informasi bahwa kepala desa sedang sakit.
“Katanya sakit, tetapi kami mendapat informasi justru berada di luar kota untuk berlibur,” ujar salah seorang warga kepada awak media.
Warga juga mempertanyakan keberadaan kepala desa pada Senin tersebut. Mereka mengklaim kepala desa sempat masuk ke kantor sebelum warga datang, namun kemudian tidak lagi berada di tempat ketika warga hendak meminta penjelasan.
Persoalan ini berkaitan dengan status penguasaan tanah yang selama puluhan tahun ditempati warga. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan tersebut sebelumnya merupakan tanah bekas PTPN II yang kemudian menjadi objek sengketa.
Warga mengaku telah lama menduduki dan menguasai lahan tersebut. Namun, mereka kemudian dikejutkan dengan adanya putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam yang disebut berkaitan dengan pelaksanaan eksekusi atas objek tanah yang diklaim dan dimenangkan pihak Al Washliyah.
Di tengah situasi tersebut, munculnya surat keterangan tanah baru yang disebut diterbitkan pemerintah desa pada objek yang sama memicu tanda tanya di kalangan warga.
Mereka mempertanyakan dasar penerbitan surat tersebut, termasuk bagaimana pemerintah desa dapat menerbitkan surat keterangan atas objek tanah yang menurut warga masih memiliki persoalan hukum.
Protes berlangsung hingga sore hari. Warga akhirnya membubarkan diri menjelang Magrib setelah belum mendapatkan penjelasan yang mereka anggap memadai.
Warga menyatakan akan kembali mendatangi Kantor Kepala Desa Helvetia pada Selasa, 15 September 2026, untuk meminta klarifikasi sekaligus mempertanyakan dasar penerbitan surat keterangan tanah tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Kepala Desa Helvetia terkait tudingan warga mengenai penerbitan surat keterangan tanah pada objek yang sama maupun alasan ketidakhadirannya saat warga melakukan aksi.
(A.Yd)


















